Terkini Internasional

Ledakan Meteor di Langit Rusia, Semburan Udaranya 5 Kali Lebih Dahsyat dari Bom Nuklir Nagasaki

Beberapa bulan lalu, tepatnya 19 Desember 2018, sebuah meteor meledak di atas langit Laut Bering, Rusia.

Ledakan Meteor di Langit Rusia, Semburan Udaranya 5 Kali Lebih Dahsyat dari Bom Nuklir Nagasaki
popsci.com
Ilustrasi meteor. 

"Selain membuatnya menjadi meteor super terang (superfireball), tekanan sangat besar pada akhirnya akan memecah superfireball mulai ketinggian 54 km," ujar Marufin.

"Pemecahbelahan terus berlangsung seiring kian jauh superfireball memasuki atmosfer. Hingga pada ketinggian 26 km dpl terjadi pemecahbelahan yang sangat intensif, membuat pecahan-pecahan superfireball laksana direm di udara," jelasnya.

Hal inilah yang membuat terjadinya fenomena ledakan-di-udara (airburst) yang melepaskan energi 96 kiloton TNT.

"Pada kondisi paling terang, superfireball ini memiliki kecerlangan setara 70 persen terangnya Matahari. Jadi demikian benderang," tegas Marufin.

Romahurmuziy Ditangkap KPK, Mahfud MD Bantah Dendam dan Ungkap Kronologi Bisa Tahu Romi Dijejak KPK

Namun pertanyaannya sekarang, seberapa besar energi airburst 96 kiloton TNT ini?

"Ledakan bom nuklir Nagasaki berkekuatan 20 kiloton TNT. Sehingga airburst Peristiwa Bering 2018 hampir lima kali lipat lebih dahsyat ketimbang bom nuklir Nagasaki," tegas Marufin.

Tak Ada Dampak

"Meski energinya terkesan sangat besar, namun dengan lokasi pelepasan energi yang jauh di ketinggian (yakni 26 km dpl) membuat dampaknya ke permukaan Bumi boleh dikata tidak ada," tambahnya.

Sebagai informasi, pada ground zero atau titik yang tepat berada di bawah lokasi airburst, besar overpressure akibat pelepasan gelombang kejut diperhitungkan hanya sebesar 112 Pa.

Pernyataannya di ILC Dapat Ucapan Terima Kasih dari Fahri Hamzah, Mahfud MD: Biasanya Saling Kritik

"Ini masih di bawah nilai ambang batas 200 Pa, yakni ambang batas overpressure gelombang kejut untuk bisa meretakkan kaca jendela," tutur Marufin.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved