Pilpres 2019
Hasil Survei 3 Lembaga soal Elektabilitas Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandiaga Jelang Pilpres 2019
Berikut ini adalah dinamika elektabilitas Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandiaga menurut 3 lembaga itu.
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Saat itu, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 52,6 persen, Prabowo-Sandiaga 32,7 persen, dan 14,7 responden menyatakan rahasia.
Peneliti Litbang Kompas, Bambang Setiawan, mengatakan, jika dibandingkan dengan survei sebelumnya, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf mengalami penurunan, sedangkan Prabowo-Sandiaga sebaliknya.
"Selama enam bulan, elektabilitas Jokowi-Amin turun 3,4 persen dan Prabowo-Sandi naik 4,7 persen," tulis Bambang.
Adapun survei dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan melibatkan 2.000 responden yang dipilih secara acak melalui pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi di Indonesia, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error +/- 2,2 persen.
• Beda Tanggapan TKN dan BPN Terkait Hasil Survei Litbang Kompas
2. SMRC
Sementara itu, menurut hasil survei SMRC, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf berada pada angka 57,6 persen, sedangkan Prabowo-Sandiaga sebesar 31,8 persen.
Ada 10,6 persen responden yang menyatakan tidak tahu atau rahasia. Berbeda dengan survei Litbang Kompas, hasil survei SMRC menyebut jarak elektabilitas keduanya semakin lebar.
"Hingga melampaui 25 persen," kata Djayadi Hanan di Jakarta, Minggu (17/3/2019).
Dalam survei ini, responden diberi pertanyaan "Seandainya pemilihan presiden dilaksanakan sekarang ini, siapa yang akan Ibu/Bapak pilih di antara dua pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden berikut?".
SMRC melakukan survei pada 24 Februari-5 Maret 2019.
Artinya, tidak jauh berbeda dengan survei Litbang Kompas.
Menurut SMRC, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf naik, sedangkan Prabowo-Sandiaga turun.
Pada survei mereka Januari 2019, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sebesar 54,9 persen, sedangkan Prabowo-Sandiaga 32,1 persen.
Survei ini melibatkan 2.479 responden yang merupakan warga negara Indonesia dan telah memiliki hak pilih dalam pemilihan umum.
Populasi itu dipilih secara acak dengan metode multistage random sampling.