Romahurmuziy Ditangkap KPK

Ketua Umum Parpol Tertangkap KPK, PSI Sempat Kritik Parpol Lain hingga Dibilang Tak Setia Kawan

PSI angkat bicara soal kabar ketua umum partai politik tertangkap OTT KPK yang kini sedang ramai diperbincangkan.

Ketua Umum Parpol Tertangkap KPK, PSI Sempat Kritik Parpol Lain hingga Dibilang Tak Setia Kawan
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie menyambangi redaksi Tribunnews.com di Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (27/3/2018). 

TRIBUNWOW.COM - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) angkat bicara terkait operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyeret nama ketua umum satu partai politik (parpol).

Hal itu disampaikannya melalui akun Twitter resminya, @psi_id, Jumat (15/3/2019).

Mulanya, PSI menautkan cuplikan pidato Ketua Umum PSI, Grace Natalie dalam Festival 11 di Medan pada Senin (11/3/2019) lalu.

Pada kesempatan itu, Grace Natalie tampak mengajukan sejumlah pertanyaan soal ada partai yang memperbolehkan eks-koruptor sebagai calon legislatif di pemilu.

Pertanyaan itu ia sampaikan di depan para pendukungnya dengan nada yang tegas.

"Kepada kawan-kawan sesama partai nasionalis saya ingin bertanya, untuk apa kalian memasukkan koruptor sebagai calon anggota legislatif kalian?" tanya Grace Natalie.

"Kenapa kalian partai nasionalis tidak menjatuhkan sanksi kepada anggota kalian yang rutin bolos dan membuat ruang sidang DPR kosong melompong?" sambungnya.

Ditangkap dalam OTT KPK, Ini Jumlah Harta Kekayaan Ketum PPP Romahurmuziy, Tak Punya Utang

Pertanyaan tersebut langsung disambut tepuk tangan riuh oleh para pendukungnya.

"Saya sekali lagi bertanya, kepentingan nasional macam apa yang kalian perjuangkan saat ini?" tanya Grace Natalie lagi.

"Dan itulah kenapa PSI berdiri dan lahir hari ini," tegas Grace Natalie.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Atri Wahyu Mukti
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved