Pemilu 2019

Viral Video Jokowi Hilangkan Angka Dua saat Hitung Mundur, Begini Respons TKN dan BPN

Joko Widodo membuka acara jalan sehat dengan hitungan mundur yang berbeda. Pada hitungan mundur yang dilakukan, Jokowi menghilangkan angka dua.

Viral Video Jokowi Hilangkan Angka Dua saat Hitung Mundur, Begini Respons TKN dan BPN
twitter @jokowi
Jokowi dan Iriana memberi oleh-oleh sebuah boneka untuk Sedah Mirah 

"Berita yang sudah tidak valid lagi. Jadi saya rasa mengenai Pak Jokowi menyampaikan saat jalan sehat itu tidak disebutkan, itu improfisasi dan sikap kehati-hatian bagi seorang calon presiden."

"Saya rasapun kalau saya calon presiden, saya juga akan menyatakan hal yang sama. Jadi ini sah-sah saja, tidak ada yang melarang, kita sesama kandidat harus hati-hati. Nanti Pak Prabowo boleh saja menghitung loncat ke nomor sekian, ya boleh saja," sambungnya.

Pendapat Badan Pemenangan Nasioanl (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno

Jubir BPN Habiburokhman memberikan pendapat terkait hitungan mundur yang dilakukan Jokowi pada acara jalan sehat di Kendari, Sulawesi Tenggara.

"Ya yang pertama, kalau itu dilakukan dalam konteks dia sebagai capres, Pak Jokowi sebagai capres, itu tidak masalah ya, karena itu bagian dari gimic-gimic di masa kampanye begini. Seperti barusan kita jalan sehat di Rawamangun, di dapil saya, kita hitungnya 5, 4, 3, 2, 2," jelas Habiburokhman.

"Tapi yang paling penting adalah kalau dia dalam konteks presiden enggak boleh, pakai gimic aja enggak boleh, karena itu sangat tidak adil, karena melanggar norma Undang-Undang. Di mana pejabat negara dilarang melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu calon," tambahnya.

Jubir BPN Prabowo-Sandiaga itu kemudian ditanya seputar alasan dari TKN Jokowi-Maruf yaitu sebagai bentuk kehati-hatian, dianggap hanya mengada-ada.

BPN Pertanyakan Petahana yang Tak Cuti Total saat Kampanye, Jokowi: Aturan KPU Bolehkan Saya Kerja

"Saya pikir enggak relevan ya, itu alasan yang mengada-ada, kalo dieditkan dapat dipersolakan secara huklum.
Kalo memang diedit secara ilegal tapi."

"Kalo dalam kontes sebagai presiden, membuat gimic-gimic menghilangkan angka dua, kan secara relevan sekali angka dua itu adalah paslon Pak Prabowo, itu bisa jadi bahan untuk kita laporkan di bawaslu," ujar Hbiburokhman.

Habiburokhman dan tim akan melakukan penelusuran terkait ucapan hitungan mundur tersebut.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: AmirulNisa
Editor: Lailatun Niqmah
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved