Breaking News:

Pilpres 2019

Anggota BPN Prabowo-Sandi Tertawa saat Inas Nasrullah Sebut Sudirman Said 'Ayam Sayur'

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Inas Nasrullah Zubir menyebut Sudirman Said 'ayam sayur'.

Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Astini Mega Sari
TRIBUNNEWS
Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Sudirman Said. 

"Sebelum masuk ke ruang kerja, saya dibisiki oleh Aspri, 'Pak Menteri pertemuan ini tidak ada'. Saya ungkap ini karena ini hak publik untuk mengetahui di balik keputusan ini. Jadi bahkan Setneg tidak tahu, Setkab tidak tahu," paparnya.

Saat masuk ke dalam ruang kerja presiden, Sudirman mengaku kaget karena di sana sudah ada James Moffet dan tak ada pembicaraan panjang di sana.

Fadli Zon Imbau BPK dan KPK Awasi Transaksi Pembelian Saham Freeport: Ada yang Perlu Diselidiki

Menurut Sudirman, kala itu Jokowi hanya memerintahkan membuat surat atau dokumen perpanjangan kontrak freeport di Indonesia.

"Dan tidak panjang lebar, presiden hanya katakan, tolong siapkan surat, seperti yang dibutuhkan," paparnya.

"Kira-kira, kita ini ingin menjaga kelangsungan investasi lah. Nanti dibicarakan setelah pertemuan ini. Saya jawab 'baik Pak Pres', maka keluarlah saya bersama James Mofet ke suatu tempat. Freeport Indonesia juga tidak tahu Mofet itu ke Indonesia," katanya.

Selanjutnya, James Moffet memberikan draft perpanjangan kerjasama kepadanya.

Namun, setelah dibawa, Sudirman Said mengatakan pada Moffet bahwa draft tersebut tidak sesuai.

"Kalau saya ikuti draftmu, maka akan ada presiden negara didikte korporasi. Saya tidak lakukan itu. You tell me what have been discussed with president, dan saya akan buat draft yang lindungi kepentingan republik," beber Sudirman.

Sudirman mengatakan, ia kembali lagi ke kantor ESDM sekitar jam 3 sore.

Jawaban Mahfud MD saat Ditanya soal Pemecatan Rizal Ramli dan Sudirman Said oleh Jokowi

Ia langsung meminta Sekjen, biro hukum, dan bidang terkait berkumpul dan membuat draft surat perpanjangan kontrak.

Setelah rapat, draft yang dibuatnya kemudian dinyatakan clear.

"Namun saat itu belum saya tandatangani," terang Sudirman Said.

Surat tersebut pun ia serahkan pada Presiden.

"Bapak ibu mau tahu apa yang dikatakan presiden (saat saya memberikan draft itu)? 'Begini saja sudah mau, kalau mau lebih kuat, yang diberi saja (Mofet)',” ungkap Sudirman.

"Saya katakan surat itu perkuat posisi mereka, lemahkan posisi kita. Jadi kalau saya disalahkan karena posisi negara semakin lemah, maka salahkanlah yang menyuruh surat itu (presiden)," tandasnya.

Jokowi dan Iriana Jenguk Ani Yudhoyono, SBY: Terima Kasih atas Kedatangannya Bapak Presiden

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Pilpres 2019Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-SandiagaSudirman SaidInas Nasrullah
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved