Terkini Internasional

Donald Trump Sebut Rencana Pelengseran Drinya sebagai Aksi Ilegal dan Pengkhianatan

esiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump angkat bicara menanggapi isu pemakzulan terhadap dirinya yang kembali muncul.

Donald Trump Sebut Rencana Pelengseran Drinya sebagai Aksi Ilegal dan Pengkhianatan
Vox.com
Donald Trump Berpidato dalam Sidang Umum ke-73 PBB di New York 

TRIBUNWOW.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump angkat bicara menanggapi isu pemakzulan terhadap dirinya yang kembali muncul.

Isu itu muncul setelah Wakil Jaksa Agung Rod Rosenstein pada 2017 membahas peluang untuk menggulingkan presiden 72 tahun itu.

Pembahasan itu terjadi setelah Trump memecat Direktur Badan Penyelidik Federal (FBI) James Comey, berdasarkan pengakuan pengganti sementara Andrew McCabe.

Beredar Isu Rencana Pelengseran Donald Trump, Senat AS Bakal Lakukan Investigasi

Dalam serangkaian twit-nya, Trump mengungkapkan McCabe dan Rosenstein tertangkap basah merencanakan aksi yang sangat ilegal.

Trump mengklaim McCabe harus menjelaskan kepada jutaan rakyat yang sudah menyukai dan memilihnya, serta memberi prestasi besar bagi negara.

"Tindakan mereka tergolong perbuatan ilegal dan merupakan aksi pengkhianatan yang dilakukan dalam skala penuh!" kecam Trump dikutip AFP Senin (18/2/2019).

Donald Trump Dapat Tuntutan Hukum setelah Deklarasikan Keadaan Darurat Nasional

Trump sering melontarkan kritik terhadap FBI yang membuka penyelidikan terkait dugaan kemenangannya saat Pilpres 2016 dibantu Rusia.

Presiden dari Partai Republik itu menyebut investigasi FBI tersebut merupakan "perburuan penyihir" dan bermaksud mengacaukan kekuasaannya.

Trump memecat Comey pada 9 Mei 2017 setelah tekanan terhadapnya akan penyelidikan dugaan intervensi Rusia semakin meningkat.

Pemecatan Comey menjadi peringatan bagi FBI maupun Kementerian Kehakiman, berdasarkan penuturan McCabe dalam wawancara dengan 60 Minutes.

McCabe mengungkapkan, Rosenstein mengusulkan kemungkinan menggunakan Amendemen 25 Konstitusi AS berisi pencopotan presiden dari jabatannya jika dianggap tak mampu.

Donald Trump Digugat 16 Negara Bagian AS setelah Umumkan Darurat Tembok Perbatasan

"Bersama saya, Rod membahas isu itu dan berpikir berapa banyak anggota kabinet yang bersedia mendukung usulnya," ucap McCabe.

Rosenstein bahkan menawarkan diri untuk mengenakan perekam secara rahasia, dan bermaksud mengumpulkan setiap ucapan Trump yang bisa jadi bukti memberatkannya.

"Apa yang coba saya sampaikan adalah wakil jaksa agung sangat prihatin dengan presiden, dengan kemampuan dan niatnya kala itu," ulasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Trump Sebut Rencana Memakzulkan Dirinya sebagai Aksi Pengkhianatan

Ikuti kami di
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved