Terkini Internasional

Donald Trump Dapat Tuntutan Hukum setelah Deklarasikan Keadaan Darurat Nasional

Pada Jumat (15/2/2019), Trump resmi mendeklarasikan keadaan darurat nasional untuk membangun tembok di perbatasan AS dengan Meksiko.

Donald Trump Dapat Tuntutan Hukum setelah Deklarasikan Keadaan Darurat Nasional
nbcnews.com
Donald Trump 

TRIBUNWOW.COM - Presiden Donald Trump memenuhi janjinya untuk mengumumkan keadaan darurat nasional seusai menandatangani undang-undang belanja negara demi menghindari kembali terjadinya shutdown pemerintahan.

Pada Jumat (15/2/2019), Trump resmi mendeklarasikan keadaan darurat nasional untuk membangun tembok di perbatasan AS dengan Meksiko.

Namun, keputusan Trump tersebut langsung mendapat perlawanan hukum dari sejumlah pihak yang menolak pembangunan tembok perbatasan, di antaranya para pemilik lahan dan pemerintah daerah di lokasi proyek pembangunan tembok.

Pakar hukum mengatakan, ini adalah kali pertama seorang presiden menggunakan hak menyatakan keadaan darurat untuk mengatasi penolakan Kongres tentang pendanaan.

Donald Trump Sebut Dirinya Dapat Surat Menakjubkan dari Kim Jong Un

Sebagaimana diketahui, Trump telah mengajukan proposal pembangunan tembok perbatasan Meksiko yang membutuhkan dana sebesar 5,7 miliar dolar AS (sekitar Rp 80 triliun).

Namun, Kongres AS menolak permintaan dana Trump dan hanya menyetujui memberikan dana sebesar 1,4 miliar dolar AS (sekitar Rp 19,6 triliun).

Selain itu, para pakar juga mempertanyakan pandangan Trump yang menilai masalah imigrasi sebagai keadaan darurat nasional dan penyaluran dana militernya untuk proyek nonmiliter.

Dilansir AFP, hanya selang beberapa jam setelah pengumuman yang dilakukan Trump, tuntutan hukum datang dari New York, California, dan Serikat Hak-hak Sipil.

Pemerintahan Trump juga menghadapi penyelidikan dari komite Majelis Kehakiman.

Jaksa Agung New York menjadi yang pertama melayangkan gugatan hukum atas deklarasi Trump.

Ketika Presiden AS Donald Trump Mengeluh Sendirian di Gedung Putih

Sementara Gubernur California mengatakan siap menemui presiden di pengadilan.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved