Kenaikan Harga Tiket Pesawat Domestik, Jokowi Sebut Harga Avtur di Indonesia Lebih Mahal
Menanggapi kenaikan tiket pesawat, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan selisih harga avtur di dalam negeri dan internasional terpaut jauh
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
"Dan juga memberikan kesempatan bagi perusahaan penerbangan baru atau perusahaan penerbangan regional untuk beroperasi, menambah rute, dan bersaing secara efisien serta mencegahnya terjadi kartel," tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga mengaku kaget atas kenaikan harga tiket pesawat di Indonesia.
"Berkaitan dengan harga tiket pesawat, saya terus terang kaget," ujar Jokowi, dikutip dari Tribunnews.com.

Kenaikan harga tiket pesawat diakibatkan oleh naiknya harga avtur yang dijual Pertamina lebih mahal dari harga internasional.
Dengan kondisi tersebut, Jokowi akan memanggil Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, untuk meminta kejelasan terkait harga avtur, dimana saat ini terjadi tindakan monopoli.
• Tak Sanggup Bayar Biaya Pesawat Rp50 Juta, Warga Luwu Utara Jalan Kaki Sejauh 60 Km Gotong Jenazah
"Karena monopoli, harga jadi tidak kompetitif, bandingkan harga avtur disitu dengan yang di dekat-dekat lain, terpaut kurang lebih 30-an persen," ujar Jokowi.
Jokowi mengungkapkan, selisih harga avtur di dalam negeri dan internasional yang terpaut jauh, harus dibenahi guna tercipta daya saing yang sehat.
"Kalo ini terus-teruskan (dibiarkan mahal), ya nanti pengaruhnya ke harga tiket pesawat, karena harga avtur itu menyangkut 40 persen dari cost yang ada di tiket pesawat," papar Jokowi.
Jika Pertamina tak bisa menyesuaikan harga avtur seperti harga internasional, Jokowi akan mengizinkan perusahaan lain untuk dapat menjual avtur di Indonesia.
"Banyak kalau yang mau (perusahaan jual avtur), nganterilah, saya pastikan nganteri," ucap Jokowi.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pengusaha Hotel Keluhkan Kenaikan Harga Tiket Pesawat, Jokowi: Saya Saja Kaget