Terkini Daerah
Fakta-fakta Senior ATKP Aniaya Junior hingga Tewas karena Tak Pakai Helm
Senior ATKP Makassar Muhammad Rusdy tegas menganiaya juniornya Aldama Putra hingga tewas hanya karena korban tak pakai helm. Berikut fakta-faktanya!
Penulis: Nila Irdayatun Naziha
Editor: Claudia Noventa
Ayah dari Aldama Putra, Pelda Daniel menjelaskan bahwa sang anak pernah beberapa kali dianiaya dan dipukul oleh seniornya.
Aldama yang merupakan ketua angkatan kerap menerima pukulan dari senior karena harus menanggung kesalahan dari mahasiswa seangkatannya.
"Ada temannya jadi tempat curhat, katanya setiap hari ia dipukuli oleh senior-seniornya,” jelas Pelda Daniel di rumah duka dikutip dari Tribuntimur.com, Selasa (5/2/2019) malam.
Pelda Daniel menjelaskan bahwa saat anggota angkatannya ketahuan melanggar aturan, maka Aldama yang akan dipanggil dan dipukul oleh senior.
"Dalam satu hari, (Aldama) dipanggil (seniornya) untuk dipukul lagi, bahkan kalau ada temannya didapat merokok atau belanja, dia yang dipanggil dan dipukul," lanjut Pelda Daniel, ayahnya.
Bahkan Aldama Putra juga pernah menceritakan kepada sang ibu bahwa menjadi sebuah keberuntungan apabila dalam satu hari saja tak mendapatkan pukulan.
"Jadi dia cerita kalau dalam satu hari tidak dapat pukulan syukur sekali mi katanya," jelasnya.

• Seorang Remaja Ditemukan Tewas di Kolong Ranjang Milik Temannya, Ada Kejanggalan pada Hasil Autopsi
4. Cara Senior Menganiaya Korban
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo menjelaskan bagaimana cara pelaku menganiaya korban.
Dikutip dari Tribuntimur.com, pelaku langsung meminta korban menghadap dirinya saat tahu bahwa korban tidak mengenakan helm saat berkendara.
"Korban (Aldama Putra) langsung dipanggil oleh seniornya untuk segera masuk ke dalam asrama Alfa Barak/ kamar Bravo 6 untuk menghadap. Korban diperintahkan melakukan sikap taubat,” kata Wahyu Selasa (5/2/2019).
Lebih lanjut, Wahyu menjelaskan bagaimana sikap taubat yang harus dilakukan oleh Aldama Putra.
"Sikap taubatnya itu berupa, kedua kaki dilebarkan, badan membungkuk ke depan dan kepala sebagai tumpuhan ke lantai."
“Kedua tangan berada di pinggang belakang, Lalu sang senior melakukan tindakan kekerasan terhadap korban,” ujar Wahyu.
Tim penyidik Reskrim Polrestabes juga menyita sejumlah peralatan yang digunakan pelaku untuk menganiaya Aldama.