Pilpres 2019
Dinilai Terus Beri Serangan pada Kubu Prabowo, Begini Tanggapan Jokowi, Jusuf Kalla, hingga TKN
Calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) dinilai kerap menyampaikan serangan ke lawan politiknya di Pilpres 2019, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Beberapa waktu belakangan, calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) dinilai kerap menyampaikan serangan ke lawan politiknya di Pilpres 2019, calon presiden dan wakil presiden nomor 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Menanggapi hal tersebut, seperti dikutip TribunWow.com dari Tribunnews.com, Jokowi lantas memaparkan bahwa serangan atau sikap offensive ke kubu lawan memang diperlukan dalam berkampanye.
"Kampanye kan perlu offensive," kata Jokowi yang ditemui seusai menghadiri peringatan ke-72 tahun HMI di kediaman Majelis Pembina Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Akbar Tandjung di Jakarta, Selasa (5/2/2019).
• Fahri Hamzah Umpamakan Ia Terkena UU ITE, Suara Jokowi akan Turun 7 Persen
Selama empat tahun pemerintahannya, terang Jokowi, ia mengaku sering tidak memberikan respons pada serangan-serangan yang dilancarkan pihak oposisi.
Jokowi pun menilai bahwa masa kampanye adalah waktu yang tepat untuknya menjawab tudingan-tudingan tersebut.
"Masa kita empat tahun suruh diam saja, ya tidaklah. Jadi empat tahun diam, masa suruh meneruskan," kata Jokowi.
Selain Jokowi, Wakil Presiden RI yang juga merupakan Ketua Dewan Pengarah Tim Kemenangan Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Jusuf Kalla turut angkat bicara terkait hal tersebut.
Menurut Jusuf Kalla, apa yang dilakukan Jokowi adalah balasan dari tindakan yang dilakukan kubu lawan kepada capres nomor urut 01 itu.
• Jokowi Disebut Panik karena Elektabilitas Makin Mepet, Begini Tanggapan Ketua TKN Erick Thohir
"Kalau kita lihat secara baik, tidak pernah Pak Jokowi itu menyerang langsung, tapi dia menjawab balik seperti kasus bahwa Indonesia punah. Itu kan dia Pak Jokowi membalas," terang Jusuf Kalla saat ditemui di kantor wakil presiden, Jalan Merdeka Medan Utara, Jakarta Pusat, Rabu (6/2/2019).
"Jadi tidak pernah Pak Jokowi melontarkan secara pribadi kepada lawannya tapi mengembalikan jawaban (dari lawan) itu," tegas Jusuf Kalla.
"Yang penting menjawab dengan keras. Lihat saja semuanya, jadi tidak pernah dia (Jokowi) mulai," imbuhnya.
Tak hanya itu, Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf Jawa Barat, Dedi Mulyadi juga memberikan pendapatnya.
Mengutip Kompas.com, Dedi menilai bahwa memang sudah saatnya Jokowi untuk memberikan serangan.
Pasalnya, menurut Dedi, Jokowi sudah terlalu sering menggunakan strategi bertahan.
• Kronologi Relawan Jokowi Mania dan Novel Bamukmin Nyaris Adu Jotos di Acara Live tvOne
“Kalau kata orang Betawi, elu jual gua beli. Memang sudah saatnya, Pak Jokowi menyerang,” kata Dedi saat ditemui di Hotel Preanger, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu (6/2/2019).