Breaking News:

Kabar Tokoh

Beri Klarifikasi soal Larangan Pakai Tol, Hendrar Prihadi Sebut Kapasitasnya hingga Manfaat Tol

Hendrar Prihadi berikan klarifikasi terkait larangannya untuk menggunakan jalan tol apabila tidak mau mendukung Jokowi

Penulis: Nirmala Kurnianingrum
Editor: Wulan Kurnia Putri
Tribun Jateng/Istimewa
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi 

TRIBUNWOW.COM - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi (Hendi) memberikan klarifikasi terkait larangan untuk menggunakan jalan tol pada warga yang tidak mau mendukung calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi).

Dikutip TribunWow.com dari channel YouTube Tribun Jateng, Senin (4/2/2019), Hendi mengungkapkan bahwa ia cukup lama mendiamkan kabar terkait kalimat larangannya itu.

"Ini memang cukup lama saya diem ya, saya perhatiin bagian dari pemberitaan beberapa media nasional tentang kegiatan Pak Jokowi saat kampanye dengan pengusaha di Kota Semarang pada hari Sabtu (2/2/2019).

Hendi menyebutkan bahwa kapasitasnya hadir di acara itu merupakan sebagai tokoh masyarakat, bukan Wali Kota Semarang.

"Saya sampaikan kapasitas saya sebagai tokoh masyarakat, Ketua PDIP Kota Semarang, jadi tidak dalam kapasitas sebagai wali kota, surat cutinya juga ada kalau teman-teman mau cek suratnya bisa dicek di provinsi," ucapnya.

Wali Kota Semarang Larang Warga Pakai Jalan Tol jika Tak Dukung Jokowi, Begini Tanggapan Ombudsman

Kemudian terkait ucapan larangan itu, Hendi menyatakan bahwa ia tidak pernah menyampaikan seperti itu.

"Yang kedua bahwa ada kalimat yang dipersoalkan yaitu pemakaian jalan tol yang tidak diperbolehkan untuk mendukung 02, dalam acara resmi sambutan saya tidak pernah menmyampaikan seperti itu," tuturnya.

Hendi menyampaikan bahwa ia melakukan ice breaking pada saat itu.

“Memang sebelum Pak Jokowi datang, ada waktu namanya ice breaking atau gladi bersih, yang kemudian sebagai salah satu pendukung Pak Jokowi saya membuat pendukung-pendukung saya ini semangat,” sebutnya.

Hendi menyampaikan secara lengkap pernyataannya itu, ternyata sebelumnya ia menanyalan terkait jarak tempuh yang lebih dekat dengan jalan tol.

"Hei kamu sudah pernah ke Solo berapa jam 50 menit dulu berapa 2,5 jam, ke Pekalongan dulu 3 jam, sekarang berapa 50 menit, ke Jakarta dan Surabaya artinya ada percepatan dari jalan tol dari ruas Jakarta -Surabaya yang tersambung," jelasnya.

Ia kemudian melanjutkan pernyataan kontroversialnya itu.

"Sampaikan ya Pada saudara-saudanya supaya yang tidak mau mendukung Pak Jokowi jangan lewat jalan tol," katanya.

Hendi menyatakan maksud dari perkataannya itu, ia ingin menunjukkan bahwa ternyata jalan tol yang sempat dicemooh memiliki manfaat luar biasa.

"Pesannya jelas, kemarin itu jalan tol itu setelah di bangun, tetap tidak diapresiasi, malah dicemooh, katanya kita enggak makan jalan tol pak, jalan tolnya enggak manfaat, Tapi hari ini kita lihat manfaatnya luar biasa," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Tags:
Hendrar PrihadiJalan TolPolemik Jalan Tol
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved