Pilpres 2019
TKN Jokowi-Ma'ruf, Ipang Wahid Bersumpah Bukan Orang di Balik Tabloid Indonesia Barokah
Ipang Wahid mengaku dirinya dituduh sebagai orang di balik peredaran Tabloid Indonesia Barokah. Ia pun berani bersumpah tidak terlibat.
Penulis: Laila N
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
"Ini sangat berpengaruh, berpotensi untuk pemilih yang tadinya ke Pak Prabowo, jadi mengambang," ujar Nurhayati.
"Kami minta Dewan Pers secepatnya menindaklanjuti dan meminta klarifikasi mengenai tabloid ini," katanya kemudian.
Bawaslu Sita Tabloid Indonesia Barokah
Di sisi lain, Ketua Bawaslu di Tasikmalaya Ijang Jamaludin mengungkapkan, pihaknya telah menyita 1.434 eksemplar Tabloid Indonesia Barokah.
Pasalnya, tabloid yang telah beredar di masyarakat diduga isinya dapat memicu konflik di tengah pemilihan presiden.
"Kami langsung menyita tabloid ini langsung di kantor pos saat akan dikirim ke alamat tertentu. Kita dapat informasi dan langsung dicek. Semuanya berjumlah 1.434 eksemplar yang siap dikirim dan masih dibungkus rapi dalam amplop besar," kata Ijang seperti dikutip dari Kompas.com, Rabu (23/1/2019).
"Saat ini kita menunggu hasil kajian dari Bawaslu RI. Kita meminta kantor Pos untuk tak mendistribusikan pengiriman Tabloid Indonesia Barokah," imbuhnya.
Ia menjelaskan penyebaran tabloid banyak ditujukan ke pondok-pondok pesantren.
"Mayoritas alamat yang ditujukan tabloid ini adalah pondok pesantren di wilayah Kota Tasikmalaya serta DKM mesjid," sambung Ijang Jamaludin. (TribunWow.com/Lailatun Niqmah/Ananda)