Pilpres 2019
Sebut Debat Perdana Pilpres Hampir Memalukan, Ini Alasan Fahri Hamzah Setuju KPU Disalahkan
Menurut Fahri Hamzah, debat yang dilaksanakan di Hotel Bidakara itu mengecewakan bahkan juga ia menilai hampir memalukan. ini alasannya.
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Lailatun Niqmah
Effendi Sarankan Debat Tanpa Iklan
Saran mengenai debat untuk kedepannya juga di lontarkan oleh Effendi Gazali.
Menurutnya, tanpa iklan, debat akan berjalan lebih kondusif.
"Saya di samping merindukan Pilpres 2004 di mana pasangannya ada lima saat itu, pada saat yang sama, saya benar-benar menyampaikan ini pada KPU dan seluruh pemirsa, saya merindukan adanya debat yang tidak ada commercial break-nya (iklan)," ujar Effendi.
"Saya mohon maaf kepada semua stasiun televisi termasuk juga tvOne bahwa di mana-mana yang saya tahu mengenai debat presiden itu berlangsung 90 menit dan enggak ada commercial breaks-nya," imbuhnya.
"Ini juga khusus Indonesia ini, di mana pasangan calon presidennya, apalagi presiden petahana, mau dibilang 'bapak-bapak dan ibu-ibu mohon tahan sebentar kita akan kembali didebat setelah pesan-pesan berikut ini' gitu. Ini cuma ada di Indonesia sejauh pengetahuan saya," ucap Effendi.
• Reaksi Ali Ngabalin saat Fadli Zon Dikoreksi soal Debat Pilpres di ILC, Langsung Ditegur Karni Ilyas
"Mohon maaf Datuk Karni Ilyas, ini kan stasiun televisi patokannya ada iklan," tambahnya.
"Bukan karena peraturannya di kasih break (jeda) makanya diisi, daripada kosong masak hitam televisinya," jelas Karni Ilyas sembari tertawa.
"Maksud saya menjadi menarik untuk meilhat 90 menit semacam debat antara paslon tanpa iklan. Betul-betul 90 menit full," kata Effendi.
Effendi berharap dengan usulannya itu dapat direalisasikan KPU.
"Itu kerinduan saya, siapa tahu dijawab oleh KPU dengan mengatakan seperti ini 'seluruh jam tayang televisi kalau memang diharuskan dibayar oleh KPU'," ucap Effendi.
"Atau kalau membutuhkan iklan hanya di awal dan akhir (acara debat)," tambahnya.
(TribunWow.com/ Roifah Dzatu Azmah/ Atri Wahyu Mukti)