Kongres PSSI
Catatan Kiprah Edy Rahmayadi di PSSI, Prestasi hingga Pengunduran Diri
Meski belum genap setengah jalan menjabat, berbagai polemik timbul dan mewarnai kiprah Edy Rahmayadi di PSSI, apa saja?
Editor: Lailatun Niqmah
Satu yang paling membanggakan adalah keluarnya Timnas U23 sebagai juara pertama di gelaran AFC 2018, September lalu.
Ini menjadi kali pertama bagi U16 meraih posisi puncak di pertandingan tingkat Asia ini.
Di babak final Indonesia berhasil mengalahkan Timnas Iran dengan skor 2-0.
Selain itu, ada sejumlah pertandingan lain yang berhasil dimenangkan timnas Indonesia, bukan di posisi pertama.
Misalnya, ketika Timnas U23 berhasil mendapatkan perunggu di Sea Games 2017.
Kemudian Timnas Senior yang berhasil menjadi Runner-Up Piala AFF 2016.
Sejumlah prestasi lain juga berhasil ditorehkan di kelas sepak bola putri dan futsal.
Teriakan Edy Mundur
Namun kemudian, suara-suara yang menginginkan Edy mundur dari jabatan Ketum PSSI mulai muncul. Mulai dari sindiran-sindiran masif, hingga gerakan dengan menggunakan tagar #EdyOut dan #ReformasiPSSI.
Misalnya pada saat pertandingan Indonesia vs Filipina saat laga terakhir Group B Piala AFF 2018, supporter secara serentak menyanyikan yel-yel berisi sindiran kepada Edy.
“Wartawan harus baik…”
Sebelumnya, dalam sebuah kesempatan wawancara Edy memang menyampaikan hal demikian saat menjawab pertanyaan wartawan tentang evaluasi yang akan dilakukan terhadap hasil piala AFF yang didapatkan Indonesia.
“Wartawannya yang harus baik, kalau wartawannya baik nanti timnasnya baik,” ucap Edy.
Tak hanya oleh masyarakat luas, ternyata permintaan untuk Edy berhenti dari posisi ketum PSSI juga datang dari anaknya.
Edy mengaku sedih karena anaknya yang memintanya untuk berhenti, tidak tega ayahnya dicaci oleh banyak pihak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/edy-rahmayadi-mundur-dari-pssi1.jpg)