Breaking News:

Tanggapi Amien Rais, KPK: Pembeda Kritik dan Tudingan Tak Berdasar adalah Validasi Data

KPK jawab santai tudingan Dewan Kehormatan Amien Rais yang melontarkan kritikan pedas bernada tudingan pada Presiden Joko Widodo ( Jokowi) dan KPK.

Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Claudia Noventa
Tribunnews/Jeprima
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais saat memberikan keterangan pers sebelum Gedung Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Rabu (10/10/2018). Kedatangan Amien Rais adalah untuk memenuhi panggilan penyidik atas kasus berita bohong penganiayaan Ratna Sarumpaet, Amien diperiksa sebagai saksi. 

TRIBUNWOW.COM - Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) menjawab santai tudingan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, yang melontarkan kritikan pedas bernada tudingan pada pihaknya dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dikutip TribunWow.com dari Tribunnews.com, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengaku, pihaknya akan sangat menghargai jika ada kritik yang diberikan untuk KPK.

Namun, terang Febri, perlu juga dibedakan antara kritik dengan tudingan yang tidak berdasar.

“Kami menghargai sekali kritik-kritik yang disampaikan pada KPK. Namun tentu saja, dalam proses demokrasi kita paham, pembeda antara kritik dan tudingan tidak berdasar adalah validitas data,” ujar Febri.

Hasil Akhir Polling iNews TV soal yang Paling Unggul di Debat Perdana, Jokowi-Maruf Menang Tipis

Febri lantas menyebutkan, tudingan semacam itu harusnya tak akan dilontarkan bila terlebih dulu mengecek data yang ada.

Menurut Febri, pihak-pihak yang menuding itu perlu untuk melakukan pengecekan data terkait penindakan KPK terhadap sejumlah terduga pelaku korupsi.

“Terkait dengan tudingan seolah-olah KPK tidak memproses pelaku korupsi dari partai tertentu, jika saja pihak yang menuding tersebut memiliki data dan melihatnya lebih hati-hati, kami yakin tudingan tersebut tidak akan disampaikan,” kata Febri di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (18/1/2019).

Febri juga menegaskan bahwa KPK tidak pernah memilah asal-usul partai seseorang dalam menangani perkara korupsi.

Febri menjelaskan, siapapun yang ditangkap KPK sudah berdasarkan hasil penyelidikan yang memang menunjukkan adanya indikasi bahwa orang tersebut terlibat aktif dalam suatu perkara korupsi.

“Meskipun KPK tidak memproses seseorang berdasarkan asal partainya, namun dari ratusan politisi yang telah diproses, mereka tersebar dari sejumlah partai politik. Hampir semua partai politik,” tegasnya.

Sebelumnya, Amien Rais sempat melontarkan kritik pedas bernada tudingan pada Jokowi dan kinerja KPK.

Amien Rais mengatakan, hanya politikus PDIP saja yang tak tersentuh kerja aparat penegak hukum.

Amien Rais juga menilai bahwa Presiden Joko Widodo melakukan kejahatan karena mendiamkan korupsi yang terjadi di sekitarnya.

Komentar Fadli Zon soal Debat Pilpres Perdana, Soroti Team Work dari Dua Kubu

Awalnya, seperti dikutip dari Kompas.com, Amien Rais menilai bahwa Pemerintahan Presiden Jokowi merupakan rezim otoriter.

Amien Rais lantas menyebutkan tiga ciri pemerintahan otoriter yang terlihat saat ini.

Halaman
12
Tags:
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)Amien RaisPresiden Joko Widodo (Jokowi)
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved