Pilpres 2019
Sempat Buka Suara, Penjelasan Ma'ruf Amin Terkait Disabilitas Terpotong Karena Waktu Habis
Cawapres nomor urut 01, Ma'ruf Amin memberikan penjelasan terkait kesetaraan disabilitas
Penulis: Nirmala Kurnianingrum
Editor: Wulan Kurnia Putri
TRIBUNWOW.COM - Debat perdana Pilpres 2019 telah berlangsung pada Kamis (17/1/2019) di Hotel Bidakara, Jakarta.
Dilansir oleh TribunWow.com dari tayangan live Kompas TV, moderator Ira Koesno menanyakan pada paslon nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin terkait kelompok disabilitas yang masih sering mengalami diskriminasi kesejahteraan fasilitas publik dan hak politik.
Jokowi lalu menjawab pertanyaan tersebut dengan waktu 2 menit.
Jokowi mengungkapkan bahwa pasca keluarnya Undang-Undang tentang Penyandang Disabilitas di tahun 2016, paradigma tentang disabilitas telah berubah
"Setelah keluar Undang-Undang tentang Penyandang Disabilitas di tahun 2016, saya melihat apabila pradigma disabilitas sudah berubah, sebelumnya bantuan sosial kedermawanan sekarang paradigmanya pemenuhan hak-hak," jelas Jokowi.
Jokowi melanjutkan dengan memberi contoh event Asian Para Games.
"Pemerintah sudah memberikan fasilitas pemenuhan hak."
"Contoh dalam event Asian Para Games, memberikan bonus dengan atlet yang berlaga di Asian Para Games," ujar Joko Widodo.
Menurut Jokowi, kesetaraan telah diberikan kepada kaum disabilitas.
• Debat Capres 2019: Prabowo Sebut akan Buat Gaji Para Penegak Hukum Hebat untuk Hindari Korupsi
Setelah mendengar pernyataan Jokowi, giliran kubu Prabowo-Sandi memberikan tanggapan.
Tanggapan tersebut diwakili oleh Sandiaga Uno.
"Zulfan Dewantara seorang teman difabel, adalah inspirasi Prabowo-Sandi."
"Bukan mencari lapangan kerja tapi membuka lapangan kerja," ujar Sandiaga.
Menurut Sandi, kesetaraan difabel juga termasuk kesetaraan dalam akses membuka lapangan kerja.
"Kesetaraan tidak hanya akses infastruktur tapi akses untuk maju, membuka lapangan kerja," kata Sandiaga.