Pilpres 2019
Tanggapi Tuduhan Pidato Prabowo Bohong, Said Didu Sampaikan Data Lain: Ada yang Salah?
Said Didu memberikan fakta terkait tuduhan pidato Prabowo bohong saat berpidato dalam acara 'Pidato Kebangsaan: Indonesia Menang', Senin (14/1/2019)
Penulis: Nirmala Kurnianingrum
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Mantan Staf Khusus Menteri Kementerian Energi dan sumber Daya Mineral (ESDM), Muhammad Said Didu memyampaikan fakta kebenaran terkait tuduhan warganet yang menyebut pidato Prabowo adalah kebohongan.
Diketahui Prabowo Subianto berpidato dalam acara 'Pidato Kebangsaan: Indonesia Menang', Senin (14/1/2019).
Awalnya, seorang warganet melalui akun @officialJKT212, Selasa (15/1/2019) mengunggah gambar Prabowo Subianto dengan tulisan 'pidato kok bohong'.
Dalam gambar tersebut disebutkan beberapa hal yang dimaksud dengan kebohongan.
"Setelah menyimak pidato bapak ini, saya paham.
TNI dikata lemah, nyatanya terkuat no.7 di Asia, dan 15 terkuat di dunia.
Stok beras dikata tersedia cuma 21 hari, nyatanya 6 bulan.
Gaji dokter lebih rendah dari tukang parikr, nyatanya sebulan bisa 50 juta.
Kesimpulan: yang bermasalah bukan Indonesia tapi dirinya sendiri."

Capture Twitter @officialJKT212, Senin (15/1/2019) (Twitter @officialJKT212)
Mengetahui tuduhan tersebut, Said Didu membalas melalui akun Twitter @saididu, Selasa (15/1/2019).
Said Didu menerangkan bahwa 6 bulan itu merupakan stok beras miskin (raskin) dan beras untuk operasi pasar.
Sedangkan stok Bulog hanya sekitar 2 juta ton, padahal angka konsumsi mencapai 2,5 juta ton.
• Terkait Deklarasi Alumni Perguruan Tinggi Dukung Capres Tertentu, Said Didu Angkat Bicara
"6 bulan itu untuk raskin dan operasi pasar.
Kalau stok Bulog sktr 2 juta ton sementara konsumsi beras per bulan sktr 2,5 juta ton maka tdk salah perhitungan tsb.
Data ini pernah dikemukakan oleh BPS - silakan google," tulis Said Didu.
