Erupsi Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau 'Tumbuh' Cepat Pasca-Longsor, Air Laut Sekitarnya Berubah Oranye

Gunung Anak Krakatau terpantau mengalami perubahan yang sangat cepat dari segi morfologi.

Capture/Youtube/Earth Uncut TV
Air di sekitar Gunung Anak Krakatau berwarna oranye 

TRIBUNWOW.COM - Gunung Anak Krakatau terpantau mengalami perubahan yang sangat cepat dari segi morfologi.

Penampakan perubahan morfologi Anak Krakatau turut dibagikan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, melalui akun Twitter @Sutopo_PN, Minggu (13/1/2019).

"Perubahan morfologi Gunung Anak Krakatau yang begitu cepat.

Pasca longsor bawah laut (22/12/2018) menyebabkan kawah berada di bawah permukaan laut.

Namun pada 9/1/2019 bagian barat-barat daya yang sebelumnya di bawah permukaan laut, saat ini sudah di atas permukaan laut," tulis Sutopo.

Sutopo Tunjukkan Perubahan Morfologi Gunung Anak Krakatau yang Sangat Cepat Pasca-Erupsi

Dalam postingan tersebut tampak foto pengamatan citra satelit yang dilakukan pada 30 Agustus 2018 hingga 9 Januari 2019.

Sebelumnya, Sutopo juga membagikan ulang video yang didokumentasikan oleh James Reynolds (@EarthUncutTV).

Dalam video tersebut tampak air laut di sekitar Anak Krakatau berwarna oranye kecoklatan.

Menurut Sutopo, perubahan warna itu disebabkan karena hidrosida besi (FeOH3) yang mengandung zat besi tinggi keluar dari kawah dan larut ke dalam air laut.

Sutopo juga menyebut jika tubuh anak Krakatau telah banyak berubah.

Video Detik-detik Gunung Anak Krakatau Erupsi, Tinggi Letusan Mencapai 500 Meter

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Astini Mega Sari
Editor: Claudia Noventa
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved