Breaking News:

Pilpres 2019

Saling Ungkit Kasus e-KTP, Arsul Sani Suruh Ferry Mursyidan Bicara ke Presiden sebelum Jokowi

Arsul Sani menyebutkan Presiden Jokowi yang tidak melakukan intervensi pada kasus E-KTP Setya Novanto

Instagram @matanajwa
Acara Mata Najwa bertajuk "Jelang Ronde Pertama" tayang live di Trans7, Rabu (9/1/2019) malam. 

TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani dan Direktur Materi dan Debat, Ferry Mursyidan Baldan tampak saling mengungkit kasus korupsi E-KTP.

Hal itu tampak dalam acara Mata Najwa bertajuk 'Jelang Ronde Pertama' yang tayang di Trans7, Rabu (9/1/2019).

Awalnya, Arsul Sani menyampaikan agenda konkrit pembenahan dan pembersihan lembaga hukum yang telah dijalankan selama 4 tahun masa pemerintahan Jokowi.

Sindir TKN Jokowi-Maruf yang Minta Data Ketidakadilan, Dahnil: Hukum Bukan tentang Angka Statistik

 

"Pertama pembentukan tim saber pungli."

"Kedua dalam proses hukum tidak ada intervensi."

"Misalnya kasus tindak pidana korupsi E-KTP," kata Arsul Sani.

Giliran Ferry Mursyidan yang menyampaikan langkah konkrit pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Dimulai dari menuntaskan RUU hukum acara pidana."

BPN Sebut Ada Carut Marut Hukum di Era Jokowi, Arsul Sani Langsung Duduk Tegak dan Lepas Kacamata

"Persoalan kepastian penegakan hukum dimulai dari penyelenggara negara," ucap Ferry Mursyidan.

Ferry melanjutkan dengan menyinggung perkataan Arsul Sani sebelumnya.

"Harusnya presiden bisa mencegah bukan intervensi."

"Mengapa aparatur menjadi contoh pelaku pelanggaran?," lanjut Ferry.

Arsul Sani langsung membalas Ferry Mursyidan.

"Kalau dikatakan presiden harusnya mencegah, mega korupsi itu terjadinya di pemerintahan sebelumnya."

"Anda sebetulnya harusnya bicara pada presiden saat itu yang ada di barisan koalisi pendukung Anda," balas Arsul.

Dengan Nada Tinggi dan Muka Memerah Fahri Hamzah Marahi KPU di ILC: Anda Jawab!

Ferry pun memberikan sanggahan.

"Janganlah melempar ke belakang kalo ada kegagalan. Inilah teknis yang hilang, keberanian mengambil resiko."

"Hari ini saya pemimpin, persolan negara, siapapun presiden sebelum saya, ini bagian saya emban."

"Itu baru presiden. Bukan memilah-milah. Ini contohnya inkonsistensi yang menurun ke norma-norma regulasi," jelas Ferry Mursyidan.

Simak video lengkapnya di bawah ini.

(TribunWow.com/ Nirmala)

ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved