Pilpres 2019
5 Pernyataan Rocky Gerung yang Buat Narasumber Tertawa, Sepak Bola Pancasila hingga Padepokan Silat
Pengamat politik Rocky Gerung membuat panggung acara Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One bergemuruh dengan sejumlah pernyataannya yang memancing tawa.
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Claudia Noventa
"Dari keempat wajah itu yang potensi memalukan publik yang mana?," tanya Rocky Gerung pada KPU.
"Keempatnya itu putra-putra terbaik bangsa bang," jawab Wahyu Setiawan pada Rocky.
Tak puas dengan jawaban dari KPU, Rocky kembali menegaskan pertanyaannya.
"Woi Anda bilang ada potensi dipermalukan, yang mana potensi dipermalukan yang lain, tentu saja empat-empatnya adalah putra terbaik, kan KPU enggak bilang itu putra terbaik," kata Rocky Gerung.
"Courtesy (adab) nya adalah ada yang harus dijaga supaya tidak dipermalukan, pertanyaan saya yang mana yang punya potensi dipermalaukan, you enggak usah jawab kasih kisi-kisinya aja gitu," kata Rocky.
• Fahri Hamzah Interupsi saat Tim BPN Prabowo-Sandi Bicara di ILC: Kita Capek Dengarnya
Jawaban dari Rocky ini pun megundang tepuk tangan dan tertawaan dari hadirin ILC.
Wahyu Setiawan yang mulanya tampak serius pun sambil menunjuk Rocky seakan dia dipermalukan dengan pertanyaan Rocky.
2. Sepak Bola Pancasila
Penyataan kedua yang memancing tawa adalah saat Rocky Gerung mengumpakan debat capres cawapres dengan pertandingan tinju.
Ia berharap, dalam pertandingan tinju ada yang kalah dan KO seperti halnya debat maka akan ada yang KO juga.
"You lihat ya saya beli tiket pertandingan tinju supaya ada yang KO, yang dijotos, bahkan yang terkapar, sekarang Anda bikin aturan jangan sampai KO, TKO saja."
"Loh pemilu itu mesti ada yang KO terkapar di atas ring karena dia bodoh nggak bisa bertinju, supaya dia taubat, kisi-kisi itu artinya TKO itu, artinya ajaib kan," ujarnya.
Rocky melanjutkan, KPU seperti membuat kedua paslon yang bertarung dalam debat menang semua.
Hal ini mengingatkannya pada sepak bola Pancasila yang pernah terjadi di zaman orde baru.
• Tertawaan Fadli Zon, Amien Rais, dan Dahnil Anzar saat Dengarkan Rocky Gerung di Acara 212 Award
"Win-win solution sama seperti dulu jamannya orde baru, ada yang namanya bola itu dua-duanya menang, namanya sepak bola Pancasila itu."