Pilpres 2019
Tanggapan Said Didu saat KPU Sebut Tak Persoalkan Siapa dan Bagaimana Paslon Sampaikan Visi Misinya
"Di sini yang penting adalah bagaimana visi, misi, dan program itu sampai ke publik. Soal siapa dan bagaimana caranya, tidak menjadi soal," papar KPU.
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Bobby Wiratama
TRIBUNWOW.COM - Mantan staf khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Muhammad Said Didu memberikan tanggapan atas pernyataan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang tak mempersoalkan siapa dan bagaimana cara pasangan calon presiden dan wakil presiden menyampaikan visi dan misinya pada publik.
Hal tersebut tampak dari unggahan Said Didu melalui akun Twitter @saididu, Senin (7/1/2019).
Awalnya, KPU RI melalui Twitter @KPU_ID memberikan klarifikasi terkait debat kandidat tidak sama dengan penyampaian visi misi.
KPU RI memaparkan jawaban atas pertanyaan sejumlah pihak yang menyebutkan kemungkinan adanya Paslon yang diwakili oleh timses dalam acara debat.
• Anggap Aneh Langkah KPU Bocorkan Pertanyaan Debat Pilpres, Fadli Zon: Enggak Greget
Berikut kicauan KPU:
"Menjernihkan Kerancuan
1. Di tengah2 isu yg berkembang saat ini, ada yg masih salah paham seolah2 debat kandidat sama dg penyampaian visi-misi. Karena itu ada yg nanya: apa mungkin ada Paslon yg diwakili oleh timses (atau stuntman) dlm acara debat kandidat?
Menjernihkan Kerancuan
2. Ini contoh gimana dua kegiatan yg berbeda dicampur-adukkan jadi satu.
Menjernihkan Kerancuan
3. Debat Paslon adalah salah satu metode kampanye yg diatur sesuai Pasal 275 ayat (1) huruf h UU 7/2017. Sehingga debat kandidat harus dihadiri secara langsung oleh kandidat; tdk bisa diwakilkan. Namanya juga debat kandidat, bukan debat timses.
Menjernihkan Kerancuan
4. Sementara itu, penyampaian visi-misi capres-cawapres HANYA salah satu metode yg digunakan oleh KPU utk menyebarluarkan materi kampanye Paslon berupa visi, misi, dan program
Menjernihkan Kerancuan
5. Hal ini sesuai dg Pasal 274 ayat (2) UU 7/2017. Di sini yg penting adalah bagaimana visi, misi, dan program itu sampai ke publik. Soal siapa dan bagaimana caranya, tdk mjd soal