Terkini Daerah

Mbah Parno, Pelayan Arsitek Masjid Istiqlal yang Bertemu Soekarno dan Diancam Ditembak Soeharto

Proses pembangunan Masjid Istiqlal yang berlangsung 66 tahun silam masih melekat di memori Suparno (95) atau yang akrab disapa Mbah Parno.

Mbah Parno, Pelayan Arsitek Masjid Istiqlal yang Bertemu Soekarno dan Diancam Ditembak Soeharto
(KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR)
Mbah Suparno, pegawai Masjid Istiqlal yang dapat hadiah rumah dari Kementerian Agama ditemui di rumahnya di Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (7/1/2019). 

TRIBUNWOW.COM - Proses pembangunan Masjid Istiqlal yang berlangsung 66 tahun silam masih melekat di memori Suparno (95).

Pria yang kerap disapa Mbah Parno itu dikenal sebagai pelayan Frederich Silaban, arsitek Masjid Istiqlal.

Mbah Parno lahir di Boyolali, Jawa Tengah sekitar 1923, di tanggal yang ia tak tahu persis.

Setelah remaja, Mbah Parno merantau ke Purwakarta sebagai kuli di truk pasir.

Sekitar tahun 1952, Mbah Parno dan truk pasirnya menuju ke Jakarta melewati bekas Taman Wilhelmina yang berada di Timur Laut Lapangan Medan Merdeka.

Di hamparan tanah luas itu, Mbah Parno melihat proyek.

Tinggal Sendiri di Rumah 3x4 Meter, Nenek 100 Tahun Buat Mata Kapolda Berkaca-kaca

"Saya nengok 'Wah ada proyek nih', saya turun dan coba ikut. Kata mandornya 'Silakan, ini proyek besar butuh orang banyak sekali'," tutur Mbah Parno saat ditemui di rumahnya, Sabtu (7/1/2018) lalu.

Mbah Parno pun bergabung sebagai kuli di proyek pembangunan Istiqlal, masjid terbesar se-Asia Tenggara kala itu.

Pekerjaannya melelahkan, namun ia tak merisaukan tempat tinggal sebab ia bisa tidur di proyek.

Terpaksa jadi pelayan

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved