Pilpres 2019
Ramai Isu Surat Suara Tercoblos, Ini Deretan Hoaks Pilpres 2019, Termasuk Foto Dian Sastro
KPU memastikan isu terkait tujuh kontainer berisi surat suara yang sudah tercoblos adalah kabar bohong atau hoaks.
Editor: Claudia Noventa
Komisi Pemilihan Umum (KPU) melaporkan kasus hoaks surat suara ke Bareskrim Mabes Polri, pada Kamis (03/01) siang, untuk ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.
"Kami ingin penyebar hoaks ini bisa ditangkap," ujar Arif Budiman pada Kamis (03/01/2019).
• Ketua KPU Laporkan Penyebar Hoaks Surat Suara Telah Dicoblos: Kali Ini Luar Biasa dan Berlebihan
Pada Rabu malam, KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) melakukan inspeksi mendadak di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, untuk membuktikan kabar yang menyebut adanya tujuh kontainer dari Cina yang dikabarkan di dalamnya terdapat 10 juta surat suara pemilihan presiden di setiap kontainer, yang sudah tercoblos untuk nomor urut 1, yaitu pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.

Tak lama kemudian, Ketua KPU Arief Budiman memastikan bahwa isu tersebut adalah kabar bohong.
Dia pula menampik kabar adanya anggota TNI AL yang pertama kali menemukan kontainer itu dan KPU sudah menyita satu kontainer berisi surat suara yang tercoblos-yang mengimplikasikan kebenaran kabar tersebut.
• Tanggapan Sejumlah Tokoh soal Hoaks Surat Suara Tercoblos yang Sempat Buat Panik KPU
"Kali ini kami memastikan berdasarkan keterangan yang diberikan bea cukai, tidak ada berita tentang tujuh container tersebut. Itu tidak benar dan tidak ada juga kabar bahwa ada TNI AL yang menemukan dan tidak benar bahwa KPU dikatakan telah menyita satu container tersebut. Jadi semua berita itu bohong," ujar Arief dalam konferensi pers usai melakukan pengecekan di Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis (03/01) dini hari.
Dia pula menghimbau pihak berwenang untuk melacak orang yang menyebarkan berita bohong yang menurutnya, 'mendeligimitasi penyelenggaraaan pemilu'.
• Ini Rekaman soal Puluhan Juta Surat Suara Tercoblos Paslon 01, KPU dan Bawaslu Beri Klarifikasi
"Orang-orang jahat yang menganggu pemilu kita, yang mendeligitimasi penyelenggara pemilu harus ditangkap. Kami akan lawan itu, " tegasnya.
"Jadi kami sangat berharap pelakunya segera bisa ditangkap," imbuh Arief.
Sebelumnya, melalui akun pribadinya di media sosial Twitter, @AndiArief_, Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief turut berkomentar soal dugaan surat suara tercoblos.
Andi meminta KPU untuk mengecek langsung terkait kebenaran informasi tujuh kontainer berisi surat suara tercoblos di Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Andi pula menyebut adanya rekaman suara yang menyebut ada tujuh kontainer yang baru tiba dari Cina, yang isinya adalah surat suara yang sudah tercoblos.
Menurutnya, informasi ini telah beredar di kalangan politisi.

Twit itu dihapus Andi Arief tak lama setelah KPU dan Bawaslu memeriksa langsung kebenaran informasi tersebut.
Buntut dari kabar bohong soal surat suara tercoblos ini, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo - Ma'ruf Amin mempertimbangkan untuk membawa kasus penyebaran hoaks yang diduga dilakukan Andi Arief ke ranah hukum.
• Ini Rekaman soal Puluhan Juta Surat Suara Tercoblos Paslon 01, KPU dan Bawaslu Beri Klarifikasi