Kabar Tokoh
Dandim Kudus: Tidak Ada Paham Komunis yang Bisa Berdiri Sejengkal pun di Tanah Kudus
Komandan Kodim (Dandim) 0722/Kudus Letkol Inf Sentot Dwi Purnomo memastikan tidak ada paham komunis yang bertahan di Kudus, Jawa Tengah.
Penulis: Vintoko
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Komandan Kodim (Dandim) 0722/Kudus Letkol Inf Sentot Dwi Purnomo memastikan tidak ada paham komunis yang bisa bertahan di Kudus, Jawa Tengah.
Hal itu disampaikan Letkol Inf Sentot Dwi Purnomo melalui tayangan video di akun Twitter resmi Kodim 0722/Kudus, @KODIM0722, Selasa (1/1/2019).
Saat memimpin apel, Letkol Inf Sentot Dwi Purnomo menegaskan tidak akan ada paham komunis yang dapat bertahan di Kudus.
• Fahri Hamzah: Partai Politik Seharusnya Tidak Punya Hak Dikte terhadap Anggota Dewan
Dalam video berdurasi 45 detik itu, Letkol Inf Sentot Dwi Purnomo juga memastikan segala ancaman baik berbentuk aksi atau paham yang bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 tidak akan ada di Kudus.
"Biar dibilang lebay-lebay enggak masalah, saya selaku Dandim di sini, tidak terima dengan kematian pasukan revolusi,"
"Tidak ada paham komunis yang bisa berdiri sejengkal pun di tanah Kudus,"
"Segala bentuk ancaman baik itu nyata maupun tidak nyata, baik yang berbentuk gerakan aksi ataupun berbentuk paham yang bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Tidak ada rumusnya hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Letkol Inf Sentot Dwi Purnomo dalam video itu.
Hingga berita ini ditulis, video itu telah ditonton sebanyak 47 ribu kali, dibagikan ulang (retweet) sebanyak 2 ribu kali dan mendapat 4 ribu lebih like.
"Tidak ada sejengkalpun bagi paham komunis untuk hidup di wilayah Kudus," tulis akun Kodim 0722/Kudus, Selasa (1/1/2019).
• Bahas Modus Baru Pemerasan dan Perusakan Hukum, Mahfud MD Sebut soal Panggilan dan Bukti Palsu
Sejumlah netizen juga memberikan tanggapan terkait video itu.
Satu di antaranya, Mantan Kepala Staf Umum TNI, Suryo Prabowo melalui akun Twitternya @marierteman.
"saya bangga atas keberanianmu ndan, Semoga Tuhan memberkati Prajurit @tni_ad @KODIM0722," tulis Suryo Prabowo.
"Mantap ndan..
Jgn takut di mutasi ndan..
Kalopun sekarang di mutasi, setelah 17 April 2019 bakal di balikin lagi , ndan..
Ato bahkan promosi ndan..
Bravo 0722
Bravo Makutarama
"Sirna Ning Jaksa Katon Gapuraning Ratu"," tulis akun @iwenk_nasution.
"TOP Prajurit TNI.....Bravo," cuit akun @BudiA29172901.
"Maju terus TNI," tulis akun @taromcomal.
"ini baru yg namanya pejabat TNI AD yg sebenarnya," balas akun @FirMaladi.
• 15 Tahun Jadi Anggota DPR, Ini Rencana Fahri Hamzah ke Depan setelah Putuskan Tak Ikut Nyaleg
Sementara dikutip dari laman resmi Kodim 0722/Kudus, Rabu (2/1/2019), pihak Kodim 0722/Kudus sebelumnya juga telah melaksanakan kegiatan Sosialisasi Bahaya laten Komunis (Balatkom) dan Paham Radikal bagi TNI.
Sebanyak 110 orang peserta tampak mengikuti kegiatan yang berlangsung di Aula Makodim 0722/Kudus, pada Senin (23/11/2015) lalu.
"Perjalanan panjang sejarah gerakan PKI untuk mewujudkan masyarakat komunis di Indonesia tidak pernah berhenti, untuk mencapai tujuan tersebut komunis menggunakan berbagai cara mulai dari mempengaruhi sampai jalan penetrasi dan infiltrasi ke dalam organisasi massa," kata Dandim 0722/Kudus dalam sambutannya.
• Tolak Kedatangan Sandiaga Uno di Sampang Jawa Timur, Sekelompok Orang Main Alat Musik Tradisional
Selain itu, Dandim 0722/Kudus berharap melalui kegiatan Sosialisasi Balatkom dan Paham Radikal dapat menangkal timbulnya kembali gerakan-gerakan komunis gaya baru.
"Oleh karenanya, dalam menghadapi berbagai kemungkinan tersebut, maka perlu diberikan penjelasan dan pemahaman kepada semua prajurit dan masyarakat tentang berbagai hal yang terkait dengan bangkitnya kembali komunisme," tulis laman resmi Kodim 0722/Kudus.
(TribunWow.com/Rekarinta Vintoko)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/komandan-kodim-dandim-0722kudus-letkol-inf-sentot-dwi-purnomo.jpg)