Pilpres 2019
Dengar Keluhan Pedagang di Sinjai, Sandiaga Uno: Masa Kita Telur Juga Harus Impor?
Sandiaga uno menyempatkan mengunjungi seorang pedagang telur di Pasar Sentral Sinjai dan berdiskusi mengenai kebijakan harga telur.
Penulis: Laila Zakiyya Khairunnisa
Editor: Bobby Wiratama
TRIBUNWOW.COM - Saat sedang melakukan perjalanan ke daerah Sulawesi Selatan, calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno menyempatkan diri mengunjungi Ibu Rose, pedagang telur di Pasar Sentral Sinjai, Sulawesi Selatan.
Kunjungan ini diunggah Sandiaga melalui akun instagramnya @sandiuno, Kamis (27/12/2018).
Dalam unggahan tersebut nampak Sandi berdiskusi tentang kebijakan harga telur yang melonjak dari 28 ribu menjadi 45 ribu.
Harga tersebut naik mencapai hampir dua kal lipat.
• Lakukan Kunjungan Kampanye ke Bone, Sandiaga Uno Janji Libatkan Kaum Milenial dalam Pembangunan Desa
"Berdiskusi dengan Ibu Rose yang sangat mengkhawatirkan ini adalah harga telur di Sinjai melonjak dari biasa 28 ribu sekarang 45 ribu hampir 2 kali lipat," ucap Sandi di awal video.
Terkait hal tersebut, pihaknya dan tim Prabowo-Sandi berjanji akan mengamankan pasokan telur kepada seluruh pasar di penjuru Indonesia.
"Ini dipicu tentunya kelangkaan pasokan dan juga dipicu akhir tahun. Prabowo-Sandi berkomitmen untuk mengamankan pasokan kepada seluruh sentra pasar di Indonesia agar harga tidak bergejolak karena kalau harga bergejolak pembelinya sepi, pembelinya terbebani," ujar Sandi yang kala itu menggunakan kaus berwarna biru serta kacamata yang dinaikkan ke atas rambut.
• Tanggapan Fahri Hamzah Tentang Rumor SBY Tak Sepenuh Hati Dukung Prabowo-Sandi
Menurut Sandi, mengonsumsi telur merupakan hal paling mudah untuk memenuhi asupan protein, karena telur merupakan sumber protein yang cukup murah.
"Konsumsi telur ini sangat penting karena ini protein yang paling terjangkau harganya. Kami akan amankan pasokan, kami akan pastikan bahwa rantai distribusi lancar, sederhana, terbuka dan berkeadilan," lanjut Sandi.
Ia juga menolak untuk melakukan impor telur, karena merasa bangsa Indonesia sudah cukup banyak melakukan impor.
"Karena, jangan solusinya impor lagi, masa kita telur juga harus impor? Kalau kita berdayakan, bisa ada kerjasama dengan peternak ayam petelur karena mestinya kalau kita lakukan suatu sinergi pasokannya aman, harganya akan stabil," kata Sandi.
• Unggah Foto di Instagram, Sandiaga Uno: Prabowo-Sandi Akan Amanah untuk Tidak Impor Saat Panen
"Saya bertemu dengan Ibu Rose, seorang pedagang telur di Pasar Sentral Sinjai, Sulawesi Selatan. Ia sangat mengkhawatirkan harga telur di Sinjai yang melonjak dari biasanya 28 ribu sekarang 45 ribu, naik 60% lebih harganya.
Kenaikan harga ini dipicu oleh kelangkaan pasokan menjelang akhir tahun. Ketika saya bertugas di DKI, saat itu mitosnya adalah menjelang Hari Raya Idul Fitri, harga-harga bahan pokok akan melambung tinggi. Saat itu kami di Pemprov DKI menjalin kerja sama dengan peternak di daerah lain dengan tujuan mengamankan pasokan serta menstabilkan harga telur di DKI. Alhamdulillah mitos kenaikan harga itu berhasil kita patahkan berkat kerjasama dengan berbagai pihak.
Saya dan Pak @prabowo akan menerapkan cara yang sama, kita akan amankan pasokan, kita pastikan rantai distribusi lancar, terbuka dan berkeadlilan sehingga seluruh masyarakat Indonesia bisa merasakan harga-harga kebutuhan pokok yang stabil dan terjangkau," tulis Sandi dalam keterangan unggahan tersebut.
• Sri Mulyani Sindir Pengamat yang Kritik Jokowi soal Freeport: Semakin Kosong Semakin Jumawa
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, harga telur ayam hingga bawang merah memang naik jelang pergantian tahun.