Tsunami di Banten dan Lampung
Tsunami Terjang Banten dan Lampung, Ma'ruf Amin: Semoga Masyarakat Tidak Berputus Asa
Tsunami terjang wilayah Banten dan Lampung, KH Ma'ruf Amin turut berbelasungkawa dan harapkan masyarakat tidak berputus asa.
Penulis: Ifa Nabila
Editor: Astini Mega Sari
TRIBUNWOW.COM - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01, Ma'ruf Amin mengucapkan belasungkawa untuk masyarakat Banten dan Lampung yang terkena bencana tsunami pada Sabtu (22/12/2018).
Dilansir TribunWow.com dari Tribunnews, Ma'ruf Amin mengucapkan keprihatinannya dalam sebuah pernyataan pada Minggu (23/12/2018).
Selain mengungkapkan keprihatinan, Ma'ruf Amin juga mendoakan supaya bencana ini tidak membuat masyarakat Banten dan Lampung berputus asa.
• Pemimpin Partai Buruh Australia Bill Shorten Turut Berduka untuk Korban Tsunami Banten dan Lampung
Ma'ruf Amin berharap masyarakat Banten dan Lampung dapat tetap bersabar dan penuh harapan.
"Atas bencana tsunami yang menimpa daerah Banten khususnya Anyer, Serang, Pandeglang, dan Lampung, kami mengucapkan sangat prihatin," ungkap Ma'ruf Amin.
"Saya mendoakan, semoga musibah yang menimpa ini membuat masyarakat Banten dan Lampung tidak berputus asa, tapi tetap sabar dan penuh harapan," imbuhnya.
Ma'ruf Amin tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Aksi Santri Tanggap Bencana (Astana) yang sudah terjun ke daerah terdampak tsunami di Anyer demi membantu korban.
• Postingan Pertama Jokowi Pasca Tsunami Banten dan Lampung, Ini Imbauannya untuk Masyarakat
Ia mengimbau masyarakat untuk bergotong royong dan mengutamakan solidaritas dengan segera turun tangan memberi bantuan kepada korban bencana tsunami.
"Kita harapkan kepada masyarakat. Mari kita bantu saudara kira yang terkena musibah bencana tsunami di Anyer, Serang, Pandeglang dan Lampung," ungkap Ma'ruf Amin.
Diberitakan sebelumnya, tsunami menerjang wilayah pesisir Banten dan Lampung pada Sabtu (22/12/2018) malam sekitar pukul 21.30 WIB.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, menjelaskan penyebab dari tsunami ini.
• Video Penampakan dari Udara Pantai Kalianda Lampung Selatan Pasca-Tsunami, 35 Orang Meninggal Dunia
Sutopo menjelaskan tsunami ini disebabkan oleh adanya kombinasi dua fenomena alam, yakni bencana longsor dari pengaruh erupsi Gunung Anak Krakatau dan gelombang pasang.
Dilansir dari Kompas.com pada Minggu (23/12/2018), menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa kejadian tersebut telah diprediksi sebelumnya.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menjelaskan pihaknya telah mengumumkan erupsi Gunung Anak Krakatau berada di status level waspada pada Jumat (21/12/2018) pukul 13.51 WIB.
(TribunWow.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/maaruf-amin.jpg)