Tsunami di Banten dan Lampung
Video Penampakan dari Udara Pantai Kalianda Lampung Selatan Pasca-Tsunami, 35 Orang Meninggal Dunia
Berikut video pantauan udara Pantai Kalianda Lampung Selatan pasca diterjang tsunami serta update jumlah korban meninggal dunia dan luka.
Penulis: Ifa Nabila
Editor: Astini Mega Sari
TRIBUNWOW.COM - Bencana tsunami menerjang beberapa wilayah di Banten dan Lampung pada Sabtu (22/12/2018) malam.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho mengunggah video pantauan udara Pantai Kalianda, Lampung Selatan.
Video tersebut diunggah Sutopo melalui akun Twitter @Stutopo_PN pada Minggu (23/12/2018).
Dalam video berdurasi 45 detik tersebut, tampak beberapa bangunan di sepanjang Pantai Kalianada mengalami kerusakan.
• 3 Kesaksian Korban Selamat Tsunami Banten, Air Laut Surut, Teriakan Panik hingga Terseret ke Laut
Terlihat pula beberapa perahu nelayan yang terseret arus hingga terdampar di daratan agak jauh dari pantai.
Meski demikian, ada beberapa perahu nelayan yang masih tertambat di dekat jalan dermaga.
Warga sekitar juga terlihat masih melintasi jalanan di tepi pantai dengan menggunakan motor dan mobil.
• Penjelasan BNPB soal Sirine Peringatan Tsunami di Teluk Labuhan Pandeglang yang Sempat Berbunyi
• Banten Diterjang Tsunami, Gading Marten Posting Ucapan Duka untuk Seventeen dan Aa Jimmy
Dalam unggahan itu, Sutopo juga memberikan update terbaru jumlah korban terdampak tsunami di lampung Selatan.
Pada update kabar Minggu (23/12/2018) pukul 13.00 WIB, terdapat 35 korban meninggal dunia, 115 korban mengalami luka, serta 110 unit rumah dinyatakan rusak.
Hingga saat ini, pihak BNPB masih terus melakukan pendataan.
Tim gabungan juga terus melakukan tindakan evakuasi korban disertai bantuan alat berat.
• Tertimbun Puing-puing Kayu Pasca-Tsunami di Banten, Bocah 5 Tahun Selamat
Sebelumnya, Sutopo menjelaskan tsunami ini disebabkan oleh adanya kombinasi dua fenomena alam, yakni bencana longsor dari pengaruh erupsi Gunung Anak Krakatau dan gelombang pasang.
Dilansir dari Kompas.com, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa kejadian tersebut telah diprediksi sebelumnya.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menjelaskan pihaknya telah mengumumkan erupsi Gunung Anak Krakatau berada di status level waspada pada Jumat (21/12/2018) pukul 13.51 WIB.
(TribunWow.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/foto-setelah-tsunami-yang-melanda-banten-dan-lampung.jpg)