Breaking News:

Tsunami di Banten dan Lampung

Daftar Nama Korban Tewas Tsunami Lampung Selatan, Serta Update Data Korban di Banten dan Lampung

Tsunami menerjang Banten dan Lampung, berikut data korban dari korban meninggal Lampung Selatan.

Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Astini Mega Sari
(KOMPAS.com/Acep Nazmudin)
Sebanyak 45 jenazah korban tsunami di Pandeglang dikumpulkan di Puskesmas Carita, Minggu (23/12/2018). Hingga saat ini, Basarnas Banten masih mencari korban hilang di Carita, Tanjung Lesung, dan Panimbang. 

Akibat tsunami yang menerjang sekitar pukul 21.00 WIB tersebut sebanyak 558 unit rumah rusak, 9 hotel rusak berat, 60 warung kuliner, dan 350 perahu rusak.

"Jumlah masih akan terus bertambah, ini maish data sementara. Mulai dari TNI, Polri, PMI, Tagana, BPBP masih terus melakukan pencarian korban. Jalan-jalan. Juga masih ad ayang tertutup material yang terbawa tsunami," katanya saat jumpa pers di kantor BPBD DIY, Minggu (23/12/2018).

Video Penampakan dari Udara Pantai Kalianda Lampung Selatan Pasca-Tsunami, 35 Orang Meninggal Dunia

Ia pun mengimbau masyarakat sebaiknya jangan mendekati laut terlebih dahulu.

Lantaran dikhawatirkan masih ada tsunami susulan.

Penyebab Tsunami

Dikutip dari unggahan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), tsunami Banten dan Lampung akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Dalam surat resminya, tsunami di Selat Sunda ini di antaranya menerjang pantai di Kabupaten Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan.

Tsunami terjadi Sabtu (22/12/2018) malam sekitar pukul 21.27 WIB.

Tsunami bukan dipicu oleh gempabumi lantaran tidak terdeteksi adanya aktivitas tektonik.

"Dalam surat resmi dari BMKG, kemungkinan tsunami terjadi akibat longsor bawah laut karena pengaruh dari erupsi Gunung Anak Krakatau," ujar Sutopo dalam rilisnya, Minggu (23/12/2018).

43 Korban Meninggal Dunia akibat Tsunami Ditemukan di Kawasan Pesisir Lampung Selatan

 

Foto setelah bencana tsunami di Banten dan Lampung (22/12/2018)
Foto setelah bencana tsunami di Banten dan Lampung (22/12/2018) (Instagram.com/sekolahrelawan)

Pada saat bersamaan terjadi gelombang pasang akibat pengaruh bulan purnama.

Jadi ada kombinasi antara fenomena alam yaitu tsunami dan gelombang pasang.

Badan Geologi mendeteksi pada pukul 21.03 WIB Gunung Anak Krakatau erupsi kembali dan menyebabkan peralatan seismograf setempat rusak.

Namun seismik Stasiun Sertung merekam adanya getaran tremor terus menerus (tidak ada frekuensi tinggi yang mencurigakan).

Kemungkinan material sedimen di sekitar Gunung Anak Krakatau di bawah laut longsor sehingga memicu tsunami.

(TribunWow.com)

Halaman 2/2
Tags:
Tsunami di Banten dan LampungLampung SelatanBadan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved