Pilpes 2019
Dituduh Sandiwara oleh TKN Jokowi-Ma'ruf, Ini Kata Pedagang Pemasang Poster yang Tolak Sandiaga Uno
Pedagang pasar di Kota Pinang Drijon Sitohang yang memasang spanduk berisi penolakan kunjungan Sandiaga memberikan klarifikasi seusaidituduh sandiwara
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Claudia Noventa
Terimakasih dipasangi ini kita memang harus bersahabat, dan saya tidak ingin memisah-misahkan, saya tidak ingin, jadi ini bisa dicoret," kata Sandi meminta poster itu agar dibenahi tulisannya.
"Insyaallah saya akan ketemu Pak Jokowi tanggal 17, saya akan bilang Pak Jokowi Pak Drijon Sihotang mendukung di Pasar Kota Pinang di pasar ini," kata cawapres 02 itu.
Sementara itu, kubu TKN Jokowi-Ma'ruf mengatakan Sandiaga terlihat memainkan sandiwara.
Hal itu diungkapkan Juru Bicara TKN Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily, dikutip dari Tribunnews.
"Soal kejadian di pasar Kota Pinang, Labuhan Batu. Kami tegaskan bahwa terlalu kentara bahwa itu sandiwara," ujar Ace di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/12/2018).
Ace menuturkan jika diperhatikan dengan seksama, terlihat ada seseorang yang disuruh untuk mengaku sebagai pemasang tulisan.
"Coba kita lihat secara seksama video yang beredar, bahwa ada orang yang disuruh, mengaku untuk memasang tulisan itu. Itu kan jelas sekali bahwa itu bagian dari victim player," tutur Ace.
Ia bahkan mengusulkan kepada Sandiaga, apabila Sandiaga ingin melakukan sandiwara seharusnya lebih kreatif.
• Jual Saham untuk Kampanye, Sandiaga Uno: Saya Tak Ingin Hitung-hitungan, Harta Hanya Titipan
Ia juga menilai playing victim atau seolah-olah merasa sebagai korban tidak digunakan dalam kampanye jelang pemilihan presiden 2019.
"Menurut saya lebih kreatif untuk berkampanye, sehingga tidak terlihat mencari simpati dengan cara-cara seperti begitu. Mencari simpati misalnya, menyelesaikan masalah. Bukan justru, menimbulkan masalah," tutur Ace.
"Benar apa yang dikatakan oleh pak Jokowi ada orang datang ke pasar-pasar, kemudian membuat gaduh di pasar, beli juga enggak. Setelah itu balik. Saya kira, itu salah satu narasi yang nyata-nyata terjadi. Pasar itu hanya sebagai komoditas politik belaka," tutur Ace.

(TribunWow.com/ Roifah Dzatu Azmah)