Terkini Daerah
Pria di Lampung Perkosa & Bunuh Gadis 15 Tahun Usai Cintanya Ditolak dan Disebut Jelek oleh Korban
Seorang pemuda asal Lampung Utara tega memerkosa dan membunuh gadis 15 tahun lantaran cintanya ditolak sebanyak 3 kali dan disebut hitam dan jelek.
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Bobby Wiratama
TRIBUNWOW.COM - Seorang pemuda asal Lampung Utara tega memerkosa dan membunuh gadis 15 tahun.
Dilansir TribunWow.com dari Tribun Lampung, pemuda tersebut bernama Wagiran, warga Dusun Purwodadi, Desa Gedung Ketapang, Sungkai Selatan, Lampung Utara.
Wagiran tega memperkosa dan membunuh RA (15), warga Dusun Dua Bangun Sari, Labuhanratu Pasar, Kecamatan Sungkai Selatan, Lampung Utara lantaran merasa sakit hati kepada korban karena cintanya ditolak dan dikatakan jelek serta hitam.
”Pertamanya saya bawa keliling dulu, di perjalanan saya katakan ke dia kalau saya suka, tiga kali mengatakan suka sama dia tapi ditolak, dia bilang kalau saya ini jelek dan hitam,” katanya.
Karena pernyataan korban yang membuatnya sakit hati itu, korban pun dibawa tersangka ke tempat kejadian peristiwa (TKP) lalu dicekik dan diperkosa.
• Fakta Pembunuhan Pekerja di Papua, Proyek Tak Pernah Dikawal hingga Kisah Jokowi Nekat Datangi Nduga
”Setelah saya perkosa saya cekik lagi, dan mayatnya saya gendong lalu di kubur di perkebunan. Saya menggali tanah menggunakan kayu dan saya lari ke Lampung Timur,” jelasnya.
Kapolsek Sungkai Selatan, AKP Yaya Karyadi menuturkan, pihaknya berhasil meringkus tersangka di tempat pelariannya di Kecamatan Lambuhan Maringgai, Lampung Timur.
”Penangkapan tersangka berkat kerja sama dengan Kepala Desa dan masyarakat, korban dilaporkan di Polsek sejak 30 September 2018 lalu. Terdapat ada hal tindak pidana, kami fokus dan mengungkap hal tersebut serta menangkap tersangka,” jelas sang Kapolsek.
Menurut Yaya Karyadi, tersangka mengaku jika perbuatan pemerkosaan dan pembunuhan itu dilakukannya seorang diri.
”Ini masih kita dalami, tersangka telah mengakui perbuatannya dikarenakan sakit hati kepada korban karena cintanya ditolak,” tukasnya.
RA dikabarkan hilang kontak dari orang tuanya, IS dan WA, pada Senin, 1 Oktober 2018.
Perempuan berusia 15 tahun itu berpamitan dengan pamannya, NU pada Minggu, 30 September 2018.
Korban berpamitan untuk pergi bersama Wagiran yang disebutnya kawan pria yang dikenal melalui Facebook.
RA dijanjikan suatu pekerjaan di sebuah butik pakaian di Kecamatan Bungamayang, Kabupaten Lampung Utara.
Sesampainya di Kecamatan Bungamayang, korban memberikan kabar kepada keluarganya melalui pesan singkat, sekitar pukul 16.10 WIB bahwa sudah sampai Bungamayang dan sedang menunggu mobil.