Pilpres 2019
Ferdinand Ungkap Hal yang Tak Disukai dari Kubu Jokowi, Sebut Ada yang Tak Elok dan Sering Menyerang
Ferdinand Hutahaean mengungkapkan bagaimana tim pendukung pasangan lawan di matanya. Ferdinand menuturkan ia memiliki banyak teman pendukung Jokowi.
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
"Termasuk sama Pak Ferdinand, suka sekali aku. Aku ingat waktu kami 100 orang direkrut untuk menjadi jubir, sambil istirahat makan, saya bercanda, kebanyakan ini jubir seratus, kenapa?
Dari sana kita sudah banyak jubir yang akan membantu kita, kubilanglah sahabat gua Ferdinand, Fahri Hamzah, Fadli Zon ini sahabat-sahabat saya mereka ini jubir," imbuhnya.
• Bukan Jabatan, Ini Harapan Yusril Ihza Mahendra setelah Jadi Kuasa Hukum Jokowi-Maruf Amin
"Apalagi kalau Ferdinand, apa nggak jubir? Ferdinand ini, periode pertama Pak Jokowi aku satu tim sama dia," kata Ruhut.
Ruhut mengenang kala ia bersama Ferdinand mendukung Jokowi di tahun 2014, kata Ruhut, pihaknya kalah di 10 provinsi.
Mantan politikus Partai Demokrat itu berharap, Jokowi-Ma'ruf Amin bisa menang di 34 provinsi dalam Pilpres 2019.
"Ya kami mengharapkan ya saya fight habis-habisan biar di 34 provinsi kami menang semua, tapi paling tidak, kami tidak kalah lagi di 10, ya mungkin kalau ada kalah 1 atau 2 provinsi saja," tandas Ruhut.
Ferdinand beberkan alasan pindah dukung Prabowo
Sebelumnya, Ferdinand Hutahaean mengungkapkan alasan ia beralih dari mendukung calon presiden (capres) nomor urut 01 Joko Widodo kepada capres nomor urut 02 Prabowo Subianto.
Dilansir TribunWow.com dari Mata Najwa, Trans7, Rabu (5/12/2018), Ferdinand menegaskan jika saat ini dirinya tidak mempunyai harapan lagi pada Jokowi.
"Saya tidak punya harapan lagi kepada Pak Jokowi, saya harus melabuhkan harapan saya kepada sosok baru, kalau istilahnya berjudi, saya tidak mungkin meneruskan perjudian yang sudah kalah, saya pindah lagi ke tempat yang baru,".
Ia menjelaskan, maksud kalah adalah, di matanya, Jokowi telah gagal melakukan tugas sebagai presiden.
"Pak Jokowi ini kan menurut saya sudah gagal, tidak ada harapan lagi disana, jadi saya harus berpindah ke harapan yang baru," pungkas Ferdinand.
Sebelumnya, Ferdinand bercerita, dahulu ia mengenal Jokowi sebagai sosok yang sering meniru Presiden Soekarno atau Bung Karno, lantaran ia juga pengagum Bung Karno, ia merasa cocok.
• Ruhut Sitompul Sebut Hati Jokowi Selembut Salju, Ferdinand Hutahaean Tertawa dan Beri Komentar

Namun saat Jokowi memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 2014, ia mulai ragu.
"Nah ternyata, setelah pemerintahan ini berjalan dan mulai menang, saya mulai ragu tentang pemahaman Pak Jokowi tentang ajaran Bung Karno ketika beliau menyusun kabinetnya," imbuh Fedinand.