Reuni Akbar 212
Bahas Elektabilitas Capres pasca Reuni 212, TKN Jokowi-Ma'ruf: Hanya Satu yang Bisa Kalahkan Jokowi
Adian Napitupulu mengungkapkan pendapatnya mengenai elektabilitas Jokowi seusai Reuni Akbar 212.
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Lanjutnya, ia berpendapat dampak yang akan dirasakan dari perkumpulan massa yang sangat besar.
"Ketika kemudian reuni 212 ini bisa berdampak kepada elektabilitas, sambil kita menunggu hasil survei, kita lihat, apa yang paling sensitif dari akumulasi massa sangat besar," terang Adian.
Ia memberi contoh apakah berdampak seperti nilai tukar rupiah terhadap dolar.
Nyatanya sampai saat ini nilai tukar rupiah masih dalam kondisi wajar justru nilai tukar semakin menguat.
Ia juga mengatakan dari aksi Reuni 212 yang berjalan lancar, rakyat akan melihat bahwa menjelang pemilu Indonesia tetap kondusif.
"Berarti bahwa secara ekonomi tidak berdampak, elektabilitas pun menurut saya tidak berdampak buruk terhadap Jokowi, rakyat akan melihat kemudian bagaimana rakyat melihat Jokowi sebagai presiden yang paling sering dihina oleh orang itu ternyata mampu menjaga Indonesia tetap kondusif saat menjelang pemilu," terang Adian.
• Diundang di ILC, Adian Napitupulu Mengaku Bingung: Apa Hubungannya Elektabilitas dan Reuni 212?
Sebelumnya, peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Adjie Alfaraby menuturkan pemahamannya terkait pengaruh Reuni Akbar 212 terhadap elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden tertentu.
Adjie Alfaraby mengatakan pengaruh terhadap elektabilitas hanya terbatas pada segmen tertentu.
"Kalau kita membedah tentang pengaruh 212 terhadap elektabilitas kedua capres. Kalaupun berpengaruh, walaupun jawaban ini bersifat hipotesis karena kita belum melakukan survei secara riil. Pengaruhnya mungkin akan terjadi pada segmen tertentu," ujar Adjie Alfaraby.
Segmen, kata Adjie Alfaraby, yakni beragamnya karakteristik dari pemilih Islam.
"Oleh karena itu kita melihat walaupun nanti ada pengaruh yang signifikan terhadap elektoral kepada salah satu capres, maka pengaruhnya mungkin hanya terbatas pada segmen-segmen tertentu secara umum," tandas Adjie Alfaraby.
(TribunWow.com/ Roifah Dzatu Azmah)