Terkini Daerah
Kendala yang Dialami Kepolisian untuk Tangani Kasus Penembakan 31 Pekerja di Papua
Pihak kepolisian dan juga anggota TNI yang diturunkan ke lokasi pembunuhan 31 pekerja di papua, mengalami beberapa kendala dalam proses evakuasi.
Penulis: Nila Irdayatun Naziha
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Ia lantas menambahkan jika dari Mbua menuju ke Yigi (lokasi tewasnya 31 pekerja) membutuhkan perjalanan kaki sepanjang dua jam dengan kondisi medan yang berat.
“Malam tidak memungkinkan ke sana. Di sana hutan lebat, berbukit, dan melewati sungai yang curam. Akses komunikasi dengan mereka susah. Karena alat telekomunikasi terbatas. Hanya kita berdoa pasukan segera tembus ke Yigi dan bisa mendapat kepastian terhadap 31 pekerja pembangunan jalan,” ujar Letkol Sianturi.
• Kutuk Aksi Penembakan 31 Pekerja Jembatan Trans Papua, AHY: Kita Dukung Penuh TNI dan Polri
3. Tidak Ada Jaringan Telepon
Wakapolres Jayawijaya Kompol A Tampubolon mengungkapkan jika lokasi tewasnya 31 pekerja pembangunan jembatan tidak mempunyai jaringan telepon.
“Lokasi di sana tidak ada sinyal. Jalan mulai dari kilometer 46 sudah tidak beraspal dan menanjak. Di sana cuaca dingin, sekitar enam derajat celcius. Ini menjadi tantangan buat anggota di lapangan untuk menuju ke sana,” jelasnya dilansir dari Kompas.com, Selasa (4/12/2018).
Sebanyak 150 personil aparat gabungan dari TNI dan Polri diberangkatkan ke Kali Yigi-Kali Aurak, Ditrik Yigi pada Selasa (4/12/2018).
Keberadaan aparat TNI tersebut untuk melakukan pengecekan informasi adanya 31 pekerja PT Istaka Karya yang tewas dibunuh oleh KKSB.
Tampubolon juga menegaskan jika nantinya, anggota TNI yang diturunkan, akan melakukan evakuasi jenazah.
“Intinya, kalau yang terburuk terjadi. Tugas utama pasukan akan melalukan evakuasi jenazah dari lokasi kejadian ke Wamena. Tapi kita berdoa, hal itu tak terjadi,” pungkasnya.
• 4 Fakta Penembakan 31 Pekerja di Papua, Kronologi hingga Dugaan Kepentingan Politik
Kronologi Penembakan
Sebanyak 31 orang yang tewas ditembak oleh KKSB merupakan pekerja dari perusahaan milik BUMN PT Istaka Karya yang melakukan pengerjaan jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak di Kabupaten Nduga, Papua, Minggu (2/12/2018).
Pekerja pembangunan jembatan tersebut diduga dibunuh lantaran mengambil foto pada saat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM).
Saat seorang pekerja mengambil foto, hal tersebut diketahui oleh sekelompok KKSB.
Hal tersebut membuat anggota KKB marah dan kemudian mencari orang yang mengambil foto tersebut hingga berimbas pada pekerja lainnya yang ada di kamp pembangunan jembatan.
Kapolres Jayawijaya, AKBP Yan Pieter Reba membenarkan informasi tersebut.