Terkini Daerah
4 Fakta Mahasiswa Kena Begal di Makassar, Handphone Diambil hingga Tangan Putus Kena Senjata Tajam
Mahasiswa asal Makassar menjadi korban begal pada Minggu (25/11/2018) malam. Tangan Imran putus setelah ditebas oleh pelaku. Berikut fakta-faktanya.
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Claudia Noventa
"Pengakuan korban, dua pelaku sempat minta handphone-nya, tapi karena korban tidak mau, pelaku itu langsung memukul korbannya dari belakang," ujar Wirdhanto.
Lebih lanjut, jelas Wirdhanto, korban Imran yang merasa terancam langsung tinggalkan motornya dan lari menyelamatkan diri.
Namun, pelaku langsung menebas tangannya.
"Jadi setelah korban diparangi, korban sempat melempar hanphone-nya tapi ini pelaku berhasil dapatkan handphone-nya lalu melarikan diri," ungkap Wirdhanto.
Akibat dari kejadian tersebut, tangan kiri korban terputus karena sabetan benda tajam yang diduga ialah parang.
Korban lalu dilarikan ke RS Awal Bross Makassar.
3. Penuturan Imran
Diwartakan TribunMakassar.com, Imran menceritakan apa yang terjadi kala itu.
Imran bercerita jika awalnya ia hendak menginap di rumah rekannya yang bernama Hairul.
"Ceritanya saya menunggu di depan rumahnya ini Hairul untuk dibukakan pagar. Pas menunggu, tiba-tiba ada dua orang naik motor dekati ka, baru langsung nakasih keluar parangnya, terus lari ka baru mereka nakejar ka," kata Imran.
Saat pelaku yang belum diketahui identitasnya melakukan pengejaran, Imran mengaku terus berusaha menghindari serangan pelaku.
• Cabuli Siswi SMP di Surabaya, Pelaku Rekam Aksi untuk Ancam Korban
"Pas ka terus lari menghindar, natebaskanmi parangnya jadi saya tangkis terus kenami tanganku. Seandainya tidak saya tangkis muka ku nakena," ujar Imran.
Melihat tangannya terputus terkena sabetan senjata tajam pelaku begal, Imran yang masih sadarkan diri pun terjatuh.
"Waktu jatuh, dia (pelaku begal) teriak-teriak mi minta hapeku. Dia bilang, 'sini hapemu-sini hapemu', jadi saya lemparmi terus dia ambil baru pergi," ujarnya.
Usai melempar handphone miliknya, Imran pun langsung bergegas mengambil potongan tangannya dan melarikan diri.