Kabar Tokoh
Ajak Masyarakat Jawa Barat Cegah 'Stunting', Ridwan Kamil Lontarkan Pantun
Ridwan Kamil lalukan upaya cegah stunting (gagal tumbuh) dengan gerakan zero stunting. Pesan itu disampaikan lewat pantun melalui akun Instagramnya
Penulis: Nila Irdayatun Naziha
Editor: Astini Mega Sari
TRIBUNWOW.COM - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwal Kamil ikut menyoroti fenomena stunting (gagal tumbuh) yang saat ini sedang menjadi bahan perbincangan.
Melalui laman Instagram resminya @ridwankamil, Kamis, (22/11/2018), Ridwan Kamil menjelaskan bagaimana upaya yang ditempuh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar dalam upaya mencegah stunting.
Stunting adalah sebuah fenomena malnutrisi yang mengakibatkan anak-anak mengalami gagal tumbuh (tinggi badan lebih pendek dari seharusnya dan lemahnya pertumbuhan otak).
Dalam upaya pencegahan itu, kata Ridwan Kamil, Pemprov Jabar akan menyelamatkan masa depan anak-anak dengan memulai gerakan zero stunting.
Gerakan tersebut difokuskan Pemprov Jabar untuk golongan ekonomi lemah, agar selalu terjaga gizi dan kondisinya sejak dari kandungan sampai usia di bawah lima tahun.
• Ridwan Kamil Bercita-cita Bisa Berpidato dalam Bahasa Arab untuk Yakinkan Investor dari Timur Tengah
Ajakan pencegahan tersebut disampaikan Ridwan Kamil di Instagram diawali dengan sebuah pantun.
"AYU TINGTING RAMBUTNYA KERITING, CEGAH STUNTING ITU PENTING.
Fenomena Stunting (gagal tumbuh) adalah fenomena malnutrisi yang sekarang menjangkiti Indonesia, yang berakibat anak-anak Indonesia mengalami gagal tumbuh (tinggi badan lebih pendek dari seharusnya dan lemahnya pertumbuhan otak dll)."
"PEMPROV JABAR akan menyelamatkan masa depan anak-anak dengan memulai gerakan zero stunting minggu ini agar mereka, terutama di golongan ekonomi lemah, selalu terjaga gizi dan kondisinya sejak dari kandungan sampai usia bawah lima tahun.
Mari bersemangat lahirkan generasi sehat dan cerdas. #JabarJuara" tulis @ridwankamil.
Dikutip dari Kompas.com, Rabu (08/02/2017) Indonesia berada di urutan kelima jumlah anak dengan kondisi stunting menurut Badan Kesehatan Dunia.
Menurut United Nations Children's Fund (UNICEF), stunting didefinisikan sebagai persentase anak-anak usia 0 sampai 59 bulan, dengan tinggi di bawah minus (stunting sedang dan berat) dan minus tiga (stunting kronis) diukur dari standar pertumbuhan anak keluaran World Health Organization (WHO).
• Buka Lowongan Ribuan Calon CEO, Ridwan Kamil Beberkan Syarat Ikut Program 1 Village 1 Company
Selain pertumbuhan terhambat, stunting juga dikaitkan dengan perkembangan otak yang tidak maksimal, yang menyebabkan kemampuan mental dan belajar yang kurang, serta prestasi sekolah yang buruk.
Stunting dan kondisi lain terkait kurang gizi, juga dianggap sebagai salah satu faktor risiko diabetes, hipertensi, obesitas dan kematian akibat infeksi.
Penyebab Stunting
Situs Adoption Nutrition menyebutkan, stunting berkembang dalam jangka panjang karena kombinasi dari beberapa atau semua faktor-faktor berikut:
- Kurang gizi kronis dalam waktu lama
- Retardasi pertumbuhan intrauterine
- Tidak cukup protein dalam proporsi total asupan kalori
- Perubahan hormon yang dipicu oleh stres
- Sering menderita infeksi di awal kehidupan seorang anak. Perkembangan stunting adalah proses yang lambat, kumulatif dan tidak berarti bahwa asupan makanan saat ini tidak memadai. Kegagalan pertumbuhan mungkin telah terjadi di masa lalu seorang.
• Ridwan Kamil Ingatkan Netizen soal Body Shaming Bisa Dipenjara, Begini Prosedur Pelaporannya
Gejala Stunting
- Anak berbadan lebih pendek untuk anak seusianya
- Proporsi tubuh cenderung normal tetapi anak tampak lebih muda/kecil untuk usianya
- Berat badan rendah untuk anak seusianya
- Pertumbuhan tulang tertunda
Mencegah Stunting
Waktu terbaik untuk mencegah stunting adalah selama kehamilan dan dua tahun pertama kehidupan.
Stunting di awal kehidupan akan berdampak buruk pada kesehatan, kognitif, dan fungsional ketika dewasa.
(TribunWow.com/Nila Irda)