Breaking News:

Kabar Ibu Kota

Perbakin Duga Dua Tersangka Sengaja Lakukan Penembakan ke Gedung DPR

Humas Pengurus Pusat Perbakin, Rocky Roring menjelaskan, kecenderungan adanya kesengajaan dari dua tersangka yang sudah ditetapkan polisi semakin kuat

Tribunnews.com/ Fahdi Fahlevi
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Nico Afinta, dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Selasa (16/10/2018). 

TRIBUNWOW.COM - Humas Pengurus Pusat Perbakin, Rocky Roring menjelaskan, kecenderungan adanya kesengajaan dari dua tersangka yang sudah ditetapkan polisi semakin menguat.

Pasalnya, lima peluru terlepas dari pistol tangan jenis Glock 17 dan mengarah ke gedung DPR.

"Dua saja sebenarnya sudah tidak mungkin kalau tidak sengaja. Ini lima lagi," katanya saat dihubungi Tribunnews.com, di Jakarta, Rabu (17/10/2018).

Dia menguraikan, senjata jenis Glock meski dimodifikasi menjadi full automatic, tetap harus menarik pelatuk satu persatu agar peluru terlontar.

Tidak bisa satu kali tarikan lima peluru terlontar sekaligus.

"Ini kan pistol. Bukan AK, bukan senapan juga. Harus satu-satu nembaknya. Bukan satu tarikan pelatuk, langsung lima gitu. Enggak bisa begitu mau dimodif sedemikian rupa, enggak bisa," urainya.

Dia berandai, jikalau saat itu penembak melakukan reload (penggantian magasin) hanya satu peluru yang memungkinkan terlontar secara tidak sengaja, yakni, peluru sisa yang masih tertinggal di dalam selongsong.

Selebihnya, harus dikokang terlebih dahulu dan menembak ke arah sasaran.

Gedung DPR Kembali Kena Peluru Nyasar, Jansen Sitindaon: Usut Tuntas, Nyasar Kok ke Banyak Ruangan

"Kalau dia merasa sudah kosong, kemungkinan kan hanya satu yang sisa. Bukan lima. Kalau sekali tembak bisa lima peluru keluar, seharusnya semua isi magasin itu keluar. Satu magasin itu bisa isi 15 peluru," lanjutnya.

Lagipula lanjutnya, tersangka yang latihan tembak di lokasi itu, bukanlah orang yang baru memegang senjata.

Tersangka sudah mendapatkan sertifikasi dari Perbakin daerah dan sudah diperbolehkan untuk berlatih di Senayan, setidaknya sudah memiliki pengalaman selama satu tahun belajar memegang senjata.

Belum lagi, pasti ada instruktur dan kru dari lapangan tembak yang harus menemani saat latihan terjadi.

"Atlet saja masih harus didampingi kok. Saya curiga ini oknum sih," tukasnya.

"Saya harus tegaskan, prinsip dasar memegang senjata, pertama safety, kedua safety, ketiga safety. Harusnya dia (pelaku) tahu soal ini," tegasnya.

Belum sampai disitu, Rocky masih melihat kejanggalan lain dari penembak.

Gedung DPR Kembali Kena Peluru Nyasar, Suryo Prabowo Sebut Lokasi Satu Garis dengan Lapangan Tembak

Dalam lapangan yang terbuka untuk tembak reaksi, sasaran hanya terbagi dua arah, mendatar dan ke bawah.

Tidak ada sasaran yang mengarah ke atas dari semua level penembakan yang harus dilalui.

Jarak tembak paling jauh 25 meter dan paling dekat satu meter baik diam maupun target bergerak.

"Tidak ada yang sampai ratusan meter dan tidak ada yang ke atas. Kalaupun posisi tiarap, ada seng yang menghalang peluru. Tidak akan sampai ke gedung DPR yang ada di seberang," kata dia.

Dengan kejadian ini, dia berharap jangan sampai ada pihak-pihak yang memanfaatkan momen.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved