Gempa Bumi

Bantah Pengusiran Relawan Asing di Palu, BNPB: Mereka Diminta Memenuhi Prosedur yang Ada

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho angkat bicara soal bantuan relawan asing.

Bantah Pengusiran Relawan Asing di Palu, BNPB: Mereka Diminta Memenuhi Prosedur yang Ada
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Seorang pengungsi berada di pinggir jalan di Mamboro, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (4/10/2018). Data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, sebanyak 1407 korban meninggal dunia, ratusan orang masih belum ditemukan dan setidaknya 65 ribu rumah rusak. 

TRIBUNWOW.COM - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho angkat bicara soal bantuan relawan asing.

Hal itu disampaikan Sutopo melalui akun Twitter-nya, @Sutopo_PN, Jumat (12/10/2018).

Sutopo membantah jika semua relawan asing diusir dari Palu, Sulawesi Tengah karena tidak lagi dibutuhkan.

Bertemu Relawan Asing yang Mengaku Diusir dari Palu di Dalam Pesawat, Rahayu Saraswati: Ironis

Namun, kata Sutopo, para relawan asing diminta untuk memenuhi prosedur yang ada di Indonesia.

Menurutnya, relawan asing yang telah berkoordinasi dan sesuai kebutuhan dapat tetap bekerja untuk membantu korban di Palu.

Dikatakannya, banyak relawan asing yang datang tanpa koordinasi, menggunakan visa turis dan tidak sesuai kebutuhan.

"Tidak benar semua relawan asing diusir. Tapi diminta memenuhi prosedur yang ada. Relawan asing yang telah berkoordinasi dan sesuai kebutuhan kita dapat tetap bekerja di Palu. Banyak relawan asing yang datang tanpa koordinasi, menggunakan visa turis, tidak sesuai kebutuhan kita," tulis Sutopo.

Sutopo sebelumnya mengatakan, memang ada larangan bagi relawan asing untuk ikut terjun secara langsung dalam penanggulangan bencana di Sulawesi Tengah.

Alasan larangan tersebut karena relawan asing memiliki kultur kerja yang berbeda dari Indonesia.

Viral Video Pengusiran Relawan Gempa di Palu, BNPB: Nampaknya Ada Miskomunikasi

"Relawan asing diatur, tidak bisa nyelonong seenaknya ke mana-mana. Karena beda kultur, bahasa, dan lainnya. Hal itu biasa terjadi, diatur di semua negara," kata Sutopo di kantor BNPB, Utan Kayu, Jakarta Timur, Rabu (10/10/2018) seperti dikutip dari Kompas.com.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Vintoko
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved