Kenaikan Harga BBM

Harga Premium Batal Naik, Ferdinand: Ini Rezim Senda Gurau, Negara Diurus dengan Canda

Ferdinand Hutahaean memberi komentar pedas kepada rezim pemerintah saat ini terkait pembatalan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium.

Harga Premium Batal Naik, Ferdinand: Ini Rezim Senda Gurau, Negara Diurus dengan Canda
Twitter @LawanPoLitikJW
Ferdinand Hutahaean memberi komentar pedas kepada rezim pemerintah saat ini terkait pembatalan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium. 

TRIBUNWOW.COM - Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, memberi komentar pedas kepada rezim pemerintah saat ini terkait pembatalan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium.

Di akun Twitternya @LawanPoLitikJW pada Rabu (10/10/2018), Ferdinand menyebut bahwa rezim yang berkuasa adalah rezim senda gurau.

"Ini rezim sendagurau.

Menteri umumkan BBM Naik >> Presiden membatalkan >> Staffsus Men BUMN menyatakan Pertamina tidak siap >> Pertamina menyatakan tidak tau menahu kenaikan harga BBM.

Negara diurus dengan canda dan senda gurau.

Tidak ada kordinasi dan semua berjalan semaunya," tulisnya.

Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, memberi komentar pedas terkait pembatalan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium.
Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, memberi komentar pedas terkait pembatalan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium. (Capture Twitter/@LawanPoLitikJW)

Sebelum cuitan tersebut, Ferdinand juga sempat mengunggah kritikan pedas dengan nada serupa.

Bahkan ia juga menyebut bahwa rupiah akan semakin tercekik.

"Kenaikan Premium sudah diumumkan, tiba2 dibatalkan dengan alasan tak jelas.

Kenapa bisa negara diurus seperti ini? Apakah tdk ada kordinasi? Tidak ada yg pimpin?

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Ifa Nabila
Editor: Wulan Kurnia Putri
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved