Pilpres 2019
Debat Tim Pemenangan Kedua Capres soal Siapa Paling Merakyat, Saling Sindir Budiman dan Dahnil Anzar
Debat ini dilakukan oleh Budiman Sudjatmiko selaku tim pemenangan Jokowi-Maruf, dan Dahnil Anzar selaku tim pemenangan Prabowo-Sandiaga.
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Kontestasi pemilihan presiden (Pilpres) 2019 telah memasuki masa kampanye.
Masing-masing tim pemenangan dari pasangan nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin serta pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno diajak untuk mengikuti debat terbuka.
Debat ini dilakukan oleh Budiman Sudjatmiko selaku tim pemenangan Jokowi-Maruf, dan Dahnil Anzar selaku tim pemenangan Prabowo-Sandiaga.
Pada acara Mata Najwa, Trans 7, kedua tim pemenangan diberikan pertanyaan terkait siapa calon presiden (capres) yang paling merakyat, Rabu (10/10/2018) malam.
"Siapa yang paling merakyat? Pak Jokowi atau Pak Prabowo?," tanya Najwa Shihab selaku pembawa acara dari Mata Najwa.
Budiman pun berkesempatan untuk menjawab pada awal sesi tersebut.
"Saya katakan Pak Jokowi adalah tetangga saya, seorang Mantri Puskesmas dan Pak Haji Maruf Amin adalah guru ngaji saya di desa. Mereka hidup dengan keseharian sederhana," ujar Budiman Sudjatmiko mengawali.
Ketika ditanya terkait konkritnya merakyat yang dimaksudkan oleh Budiman, ia menjawab jika Jokowi dan Maruf bukan berasal dari orang tua yang dikenal.
• Premium Batal Naik, Fadli Zon: Tak Ada Koordinasi dan Kajian yang Dalam
"Merakyat kita tahu bahwa Pak Jokowi keluarganya tidak terlibat dalam kekuasaan, pengambil keuntungan, dia berbisnis dari bawah."
"Pak Amin adalah seorang kyai kampung yang lahir dari bawah, saya diingatkan oleh teman saya, bahwa mereka berdua itu tidak punya ayah ibu yang dikenal, sehingga mereka hanya membuat sejarah atas nama mereka sendiri."
"Dan itu adalah kebaikan dari kita, bapak ibu saya tidak dikenal oleh orang banyak, jika bapak ibu kita dikenal oleh orang banyak, kita akan habiskan waktu kita untuk mempertahankan catatan sejarah itu," kata Budiman.
Belum usai Budiman Sudjatmiko meneruskan pembicaraannya, Najwa memotong dengan menanyakan orang yang disindir oleh Budiman.
"Siapa nih yang dikenal orang banyak? Karena perbandingannya hanya satu atau dua (nomor urut capres)?, jadi mau anda katakan lebih merakyat (Jokowi), karena Pak Prabowo orangtuanya lebih terkenal gitu?," tanya Najwa.
"Saya ingin katakan Pak Prabowo, Pak Sandiaga Uno bukan salah mereka karena lahir dari sebuah klan bisnis politik dan klan bisnis yang lama, tapi bahwa sejarah sosiologis dan biologis memberikan tempat sejarah bagi orang yang sama dengan kita yaitu Pak Jokowi, Pak Maruf Amin sesuai panggilan jaman di era kesetaraan era berbagi era demokrasi."
Setelah itu, tim pemenangan Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar memberikan jawaban bahwa calon yang ia usung merupakan orang yang paling merakyat.
• Kenaikan Harga BBM Jenis Premium Ditunda, Ferdinand Hutahaen hingga Faldo Maldini Beri Tanggapan