Kabar Tokoh

Amien Rais Telah Diperiksa, Mahfud MD: Benarkan? Tampak Plong dan Memuji-muji Kebaikan Polri

Mahfud MD mengungkapkan bahwa tindakan yang dilakukan Amien Rais untuk memenuhi panggilan Polda sudah benar karena ia bukan target tersangka.

Amien Rais Telah Diperiksa, Mahfud MD: Benarkan? Tampak Plong dan Memuji-muji Kebaikan Polri
Kolase/Tribunnews.com/Capture YouTube Narasi TV
Mahfud MD mengungkapkan bahwa tindakan yang dilakukan Amien Rais untuk memenuhi panggilan Polda sudah benar karena ia bukan target tersangka. 

“Ya jelas, tersangkanya kan Ratna Sarumpaet. Ada pun Amien Rais dkk dipanggil bukan untuk dijadikan tersangka melainkan hanya untuk dimintai keterangan yg memperkuat fakta bahwa Ratna menyiarkan berita bohong. Gitu saja, duh, kok diributkan. Makanya sejak awal sy menyarankan penuhi saja panggilan Polri,” tulis Mahfud MD.

Catatan Kenaikan dan Penurunan Harga BBM selama Pemerintahan Jokowi

Seperti diketahui, Amien Rais akhirnya memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya.

Dalam pemeriksaan ini, Amien didampingi anaknya Tasniem Fauzia Rais, Hanafi Rais, Eggi Sudjana, serta Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif.

Mantan Ketua MPR tersebut mengaku banyak ditawari makanan selama menjalani pemeriksaan di ruang Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

"Siang tadi makan gudeg, ayam kampung," ungkap Amien usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/10/2018).

Sebelumnya, Amien dijadwalkan untuk diperiksa pada pekan lalu, namun ia tidak memenuhi panggilan tersebut dengan alasan kesalahan penulisan nama yang seharusnya "Muhammad Amien Rais" menjadi "Amin Rais".

Polisi juga telah memeriksa Said Iqbal dan Dokter RS Bina Estetika tempat Ratna Sarumpaet melakukan bedah plastik.

Tuntutan Amien Rais agar Kapolri Dicopot Disebut Sosiolog sebagai Intimidasi Terbuka ke Kepolisian

Polisi telah menetapkan Ratna Sarumpaet tersangka menyebarkan berita bohong alias hoaks soal penganiayaan.

Ratna dijerat Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 jo Pasal 45 Undang-Undang ITE terkait penyebaran hoaks penganiayaan.

Atas kasus tersebut, Ratna terancam 10 tahun penjara. Ratna juga terancam pasal 14 UU nomor 1 tahun 1946. Pasal ini menyangkut kebohongan Ratna yang menciptakan keonaran.(TribunWow.com/Ifa Nabila)

Ikuti kami di
Penulis: Ifa Nabila
Editor: Claudia Noventa
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved