Gempa Bumi
Kisah Pieter, Hanya Bisa Peluk Anak saat Gempa dan Lekuefaksi Melanda Perumahan Petobo Palu
Rumahnya tidak ikut bergerak, tetapi saudara-saudaranya ia sangka masih tertimbun dalam lumpur.
Editor: Lailatun Niqmah
Bergeser 100 Meter
Pieter mengamini video citra satelit yang viral saat ini mengenai perumahan Petobo.
Hal itu benar terjadi. Bahkan, kejadian ketika itu persis seperti orang yang sedang mengayak beras.
Tanah keluar ke atas dan menggeser rumah hingga 100 meter.
Ombak tanah bahkan mencapai 20 meter dan mampu meluluhlantakkan perumahan dengan radius dua kilometer.
"Seperti orang sedang mengayak beras itu. Orang mau sekuat apapun pasti jatuh. Banyak yang berlarian, tapi, jatuh dan tertimbun," tuturnya.
Beruntung, dirinya memiliki rumah yang berjarak 40 meter dari lokasi terdampak. Sehingga ia dan keluarga dapat menyelamatkan diri.
Safety Officer Tim SAR Gabungan Petobo, Chandra Kresna menjelaskan sudah 119 jenazah yang sudah terevakuasi dan masih akan terus bertambah. Pasalnya, perumahan tersebut termasuk wilayah padat penduduk.
• Pemerintahan SBY Disebut Pengusul Pertemuan IMF, Andi Arief: Berlindung di Balik Ini adalah Dagelan
"Masih. Masih akan terus bertambah. Setiap hari, jenazah yang terangkat bertambah. Hari kemarin mencapai 34 jenazah," urainya.
Bau menyengat juga sudah begitu terasa hingga radius 50 meter dari pintu utama perumahan. Tim SAR mengaku cukup kesulitan karena sumber daya yang dimiliki masih sangat kurang, meski alat berat sudah ada.
"Tidak semua bisa diambil pakai alat berat. Kita butuh sumber daya manusia juga. Hari ini, kita dengan 88 orang saja. Itupun bergantian. Jika dihitung daerah terdampak, panjangnya dua kilometer, lebarnya, kami masih belum tahu, karena lebar sekali," ujarnya.
Diketahui, perumahan Petobo, Palu Selatan telah terjadi pergeseran tanah akibat gempa. Pantauan Tribun selama berada di perumahan tersebut, ratusan rumah hancur hingga radius dua kilometer di dalam perumahan.
Mobil, motor serta rumah berada di atas lumpur yang mulai mengeras. Beberapa bahkan tertimbun oleh lumpur sehingga tampak kerusakan yang signifikan di wilayah itu. (Tribunnews/Amryono Prakoso)