Gejolak Rupiah
Media Asing Soroti Perekonomian Indonesia, Dahnil Anzar dan Rachland Nashidik Beri Tanggapan
Media asing menuliskan kondisi ekonomi Indonesia dengan judul 'Rupiah berada di titik perekonomian terendah di Asia, Mengapa sangat tenang, Indonesia?
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Claudia Noventa
Perry juga membandingkan ekonomi Indonesia saat ini dengan jatuhnya rupee di India, Turki, serta beberapa negara di Afrika Selatan.
• Menko Perekonomian Ungkap Penyebab Rupiah Melemah
Gubernur BI itu optimis keadaan ekonomi Indonesia akan kembali stabil sebelum pertemuan IMF-World Bank digelar Bali.
"Kami ingin memunculkan kesan bahwa Indonesia adalah negara yang tangguh dan memiliki ekonomi yang progresif," tambahnya.
Meski Gubernur BI optimis dengan situasi ekonomi Indonesia, menurut SCMP, ada tanda-tanda ketegangan di beberapa bagian ekonomi.
Indonesia adalah salah satu dari sedikit negara di kawasan ini yang mengalami defisit neraca berjalan.
Kenaikan harga minyak global juga diperkirakan akan berdampak pada keuangan Indonesia.
Sementara itu, bisnis yang mengandalkan impor produk dan bahan asing, seperti industri makanan dan minuman, diminta untuk menanggung tekanan biaya yang meningkat tanpa menaikkan harga.
"Keuntungan hotel dan bisnis lainnya akan menderita, namun mereka tidak bisa menaikkan harga ke konsumen," ujar Matt Gebbie, konsultan pariwisata Howarth HTL di Jakarta.
Hal ini dikarenakan pasar domestik sangat sensitif dengan kenaikan harga.
• Tim Jokowi Sebut Isu Ekonomi Dijadikan Alat Politik Kubu Oposisi, Hinca Panjaitan Beri Tanggapan
Laporan SCMP menyebut kebiasaan orang Indonesia adalah memilih tempat lain jika dibandingkan harus membayar mahal.
Selain bidang pariwisata, bidang penerbangan juga turut menanggung dampak pelemahan rupian.
Maskapai penerbangan juga menanggung efek ganda dari pelemahan rupiah serta kenaikan biaya bahan bakar
SCMP juga menyoroti pemilihan presiden (pilpres) 2019.
Kubu Prabowo Subianto dianggap akan terus menggodok isu ekonomi untuk memberikan keraguan pada pemilih Joko Widodo (Jokowi).
Namun, Jokowi mungkin berharap dampak ekonomi ini bisa tertunda setidaknya hingga pilpres selesai, sehingga pemerintahannya tidak dituduh mengabaikan pelemahan rupiah. (TribunWow.com/Tiffany Marantika)