Breaking News:

Gejolak Rupiah

Ronnie Higuchi Rusli: Jika Rupiah Menyentuh Rp 15.500, maka akan Cepat Bergerak ke Rp 16.000

Dosen Universitas Indonesia (UI) Ronnie Higuchi Rusli memberikan komentar terkait nilai tukar rupiah yang telah menembus Rp 15.000 per dolar AS.

Penulis: Qurrota Ayun
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Melemahnya rupiah terhadap dolar AS 

TRIBUNWOW.COM - Dosen Universitas Indonesia (UI) Ronnie Higuchi Rusli memberikan komentar terkait nilai tukar rupiah yang telah menembus Rp 15.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

Hal tersebut disampaikan Ronnie Higuchi Rusli melalui laman Twitternya @Ronnie_Rusli, Jumat (5/10/2018).

Ronnie menuturkan jika nilai tukar rupiah telah menyentuh Rp 15.000, maka bisa dengan cepat bergerak ke Rp 16.000 per dolar AS.

Ronnie juga mengimbau untuk menunggu pergerakan kurs rupiah hingga pertengahan Oktober 2018.

"Tunggu dari 15.275 ke 15.300 (shorting) dulu baru akan swing dari 15.300~>15.500 setelah ini akan dengan cepat ke 16000. Sabar saja tunggu kurs pertengahan Oktober dulu," tulis Ronnie pada akun Twitternya.

Sindir Sri Mulyani soal Pelemahan Rupiah, Rizal Ramli: Miskin Terobosan Benahi Faktor Internal

 

Unggahan Ronnie Higuchi Rusli pada Twitter
Unggahan Ronnie Higuchi Rusli pada Twitter (Twitter @Ronnie_Rusli)

Dikutip dari Bloomberg, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp 15.179 per dolar AS pada Jumat (5/10/2018) pukul 07.48 WIB.

Sementara diberitakan dari Kontan.co.id, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mencetak level terendah pada tahun 2018.

Pada Kamis (4/10/2018) pukul 09.23 WIB, nilai tukar rupiah berada di level Rp 15.160 per dolar AS.

Sejak akhir pekan lalu, nilai tukar rupiah telah melemah sebesar 1,72 persen dan merupakan posisi terendah dari Juli 1998.

Sentimen eksternal disebut menjadi faktor utama melemahnya nilai tukar rupiah.

Di antaranya, kenaikan harga minyak dunia dan posisi dolar AS yang tinggi.

Rupiah Anjlok ke Rp 15.160 per Dolar AS, Terendah sejak 20 Tahun Terakhir

Selain rupiah, nilai tukar di kawasan Asia juga turut mengalami pelemahan terhadap dolar AS.

Dari deretan mata uang Asia, hanya yen, yuan, dan dolar Hong Kong yang menguat.

Sementara itu, dolar berada di posisi tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia berada di posisi 96,06.

Indeks dolar AS dalam perdagangan sepekan terus menguat berturut-turut sejak Rabu (3/10/2018).

Dalam sepekan, indeks dolar mengalami kenaikan sebesar 2,04 persen.

Rupiah Melemah ke Rp 15 Ribu per Dolar AS, Terendah sejak 1998

Selain rupiah, sebagian besar indeks saham yang ada di kawasan Asia juga melemah pada hari ini, Kamis (4/10/2018) pukul 08.38 WIB.

Melemahnya bursa saham Asia ini terjadi ditengah kenaikan indeks saham AS.

Hal itu disebabkan oleh pernyataan Gubernur Bank Sentral Federal Reserve Jerome Powell yang menyebut pihaknya akan tetap menaikkan suku bunga acuan AS.

Kenaikan yang disebut Jerome Polwell itu akan dilakukan secara bertahap hingga pertumbuhan ekonomi AS tidak melaju lagi.

Dikutip dari bi.go.id pada Kamis (4/10/2018), berdasarkan kurs reverensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), nilai tukar rupiah berada di posisi Rp 15.133 per dolar AS.

Sedangkan berdasarkan kurs transaksi Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah berada di level Rp 15.209 per dolar AS pada kurs jual dan Rp 15.057 pada kurs beli. (TribunWow.com/Qurrota Ayun)

ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved