Kabar Tokoh
Akui Bukan Penganiayaan, Ratna Sarumpaet: Ini Tidak Ada Hubungannya dengan Politik
Aktivis Ratna Sarumpaet memberikan pernyataan mengenai kabar dirinya yang mengalami penganiayaan.
Penulis: Mutmainah Rahmastuti
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Aktivis Ratna Sarumpaet memberikan pernyataan mengenai kabar dirinya yang mengalami penganiayaan.
Dalam siaran live Facebook Grid.id pada Rabu (3/10/2018), Ratna meminta maaf atas apa yang dia lakukan.
Ratna menjelaskan bahwa dirinya memang melakukan operasi plastik sedot lemak pada pipi bagian kirinya di Rumah Sakit (RS) Khusus Medika Estetika.
"Tanggal 21, saya mendatangai rumah sakit menemui dokter bedah plastik untuk menyedot lemak di pipi kiri bawah saya," ujar Ratna.
Ratna mengaku bahwa dia membutuhkan alasan untuk anak-anaknya karena sepulang dari rumah sakit, masih ada lebam dan pembengkakan di wajahnya.
"Saya dijadwalkan pulang, lebam-lebam di muka saya masih. Ada yang tanya kenapa muka saya lebam, lalu saya jawab (karena) pemukulan," ungkap Ratna.
Dirinya mengatakan bahwa selama seminggu lebih cerita hanya berputar di keluarganya untuk menjelaskan kepada keluarganya.
"Ini tidak ada hubungannya dengan politik," lanjutnya.
Ibu Atiqah Hasiholan itu tidak menyangka dalam hidupnya akan terjebak dalam kebodohan.
• Bukan Penganiayaan, Ratna Sarumpaet Mengaku bahwa Wajahnya Lebam karena Sedot Lemak
Diberitakan sebelumnya, dari Kompas.com, Rabu (3/10/2018), Kepolisian Republik Indonesia (Polri) membeberkan hasil penyidikan sementara soal dugaan kasus penganiayaan aktivis Ratna Sarumpaet yang terjadi pada Jumat (21/9/2018).
Jumpa pers tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat kepolisian.
Hasil penyidikan tersebut disampaikan pihak kepolisian dalam jumpa pers yang digelar di Mapolda Metro Jaya, Rabu (3/10/2018).
Dalam jumpa pers itu, Nico selaku Direskrimum Polda Metro Jaya mengatakan bahwa polisi belum menemukan indikasi maupun fakta pendukung soal kebenaran kasus pengeroyokan Ratna.
• Soal Ratna Sarumpaet, Tagar SaveRioDewanto Jadi Trending Twitter Indonesia
Nico juga menambahkan bahwa kepolisian telah melakukan penyelidikan tapi belum menemukan hal yang mendukung dugaan pengeroyokan itu.
"Katanya yang bersangkutan ikut konferensi internasional. Polda Metro Jaya dan Polda Jabar sudah cek dan belum ditemukan saksi yang melihat langsung pengeroyokan itu," ujar Nico, Rabu (3/10/2018).