Karni Ilyas Ungkap Alasan TV One Tidak Bisa Tayangkan Film G.30.S/PKI
Pimpinan Redaksi (Pimred) News dan Sports TV One Karni Ilyas mengungkapkan keinginannya untuk menayangkan film tragedy 30 September namun tak bisa.
Penulis: Gigih Prayitno
Editor: Fachri Sakti Nugroho
TRIBUNWOW.COM – Pimpinan Redaksi (Pimred) News dan Sports dari TV One, Karni Ilyas mengungkapkan keinginannya untuk menayangkan film tragedi 30 September namun tidak bisa dia lakukan.
Dilansir TribunWow.com melalui akun Twitternya @karniilyas mengatakan pihaknya sudah berniat untuk menayangkan film G.30.S/PKI.
Namun Karni mengatakan bahwa pada tahun ini TV One sudah tidak memiliki hak tayang atas film tersebut.
Karni juga mengatakan hak tayang film G.30.S/PKI tersebut sudah dibeli oleh SCTV dan Indosiar dari Perusahaan Film Negara (PFN).
Oleh karena itu Karni memohon maaf kepada pihak yang ingin dirinya menayangkan film tersebut.
• Jokowi Mengaku Tak Terkejut dengan Keputusan Yenny Wahid Dukung Dirinya
“Awalnya kami memang berniat menayangkan film G.30.S/PKI. Tapi sayang tahun ini kami sudah tidak memiliki hak tayang film itu. Copy rights film itu sudah dibeli lebih dulu oleh perusahaan pemilik SCTV dan Indosiar dari Perusahaan Film Negara (PFN). Mohon maaf.” cuit @karniilyas.
Cuitan Karni Ilyas tersebut ditanggapi oleh Wakil ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid.
Hidayat mempertanyakan apakah TV One tidak bisa bekerja sama dengan SCTV dan Indosiar terkait penayangan film tersebut.
Hidayat juga mengatakan bahwa pada tahun lalau Presiden Jokowi ikut nonton bareng bersama Panglima TNI Gatot Nurmantyo.
Hidayat mencurigai apabila hak tayang film G.30.S/PKI dibeli dari PFN namun tidak ditayangkan.
"Bila benar copy rights film G30S PKI, sudah dibeli olh @SCTV_ & @IndosiarID_ lantas apa nggak bisa TVOne bekerjasama dg mrk,tayangkn film yg tahun lalu pun pak @jokowi ikut nobar bersama Panglima TNI? Kecuali kalau film itu mrk beli unt tak boleh ditayangkn lagi, olh siapapun jg?," tulis @hnurwahid
• Fadli Zon Tanyakan Janji Jokowi untuk Beli Kembali Indosat
Sebelumnya mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo turut mengomentari terkait film Gerakan 30 September.
Melalui akun Twitter miliknya @Nurmantyo_Gatot, Kamis (20/9/2018) Gatot menuliskan seandainya Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) tidak berani mengeluarkan perintah kepada prajuritnya untuk menonton film tersebut, maka KSAD seharusnya melepas pangkatnya.
Meski demikian, Gatot yakin jika KSAD dan Panglima TNI bukanlah orang yang penakut.
Gatot pun menantikan perintah dari KSAD untuk menonton film tersebut bagi prajuritnya.
