Liga Indonesia
Edy Rahmayadi Sempat Hentikan Sesi Bicaranya saat Bacakan Data Sepakbola
Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Edy Rahmayadi sempat menghentikan sesi bicaranya ketika hadir menjadi narasumber.
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Fachri Sakti Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Edy Rahmayadi sempat menghentikan sesi bicaranya ketika hadir menjadi narasumber.
Hal ini dilakukan Edy saat menjadi narasumber di acara Indonesia Lawyers Club, TV One, Selasa (25/9/2018) dengan tema 'Aduh, Suporter Bola'.
Saat gilirannya berbicara, Edy akan membacakan perbandingan data pemain sepakbola dengan jumlah penduduk di negara tersebut.
Mulanya, Edy dengan lancar mengatakan jumlah pemain sepakbola yang ada di Indonesia yang berbanding jauh dengan jumlah penduduknya.
"Pada saat saya sampaikan saudara-saudara saya, Indonesia mempunyai atlet sepakbola hanya 76 ribu dari 250 juta, saya sampaikan ini, semua dan saya presentasikan pada presiden ini, 76.500 saya bawa data ini nanti saya kasihkan data ini.
Spanyol itu 22 ribu," Edy berhenti tiba-tiba ketika membacakan data negara lain.
Ia menghentikan sesi bicara dirinya namun tetap memegangi microphone.
• Edy Rahmayadi: Tugas PSSI Hanya Membina Atlet, Tidak Sampai ke Suporter
Sementara ia juga sibuk mencari data tumpukan-tumpukan kertas yang ada di mejanya.
Pembawa acara ILC, Karni Ilyas pun menunggu Edy kembali berbicara tanpa menyahut.
Kurang lebih 30 detik, Edy Rahmayadi mencari-cari data yang tertuang pada kertas tersebut.
Pembicara lain pun terdiam dan sesekali tersorot kamera melihat ke arah Edy yang juga Gubernur Sumatra Utara ini.
Selang 30 detik, Edy kembali melanjutkan bicara dengan mengemukakan sejumlah perbandingan negara di Eropa dan Asia.
"Spanyol pemain bola yang tercatat ke FIFA, 4.100.000 penduduknya 46.800.000 juta.
Belanda pemain bolanya 1.200.000 penduduk 16.700.000, Jerman 6.3000.000 penduduk 80 juta, Thailand atlet sepakbolanya sebanyak 1.300 sementara penduduknya 64.000.000.
Malaysia 580.000 dengan penduduk 24 juta, Singapura pemainnya 190 ribu penduduknya 4.500.000, Indonesia pemain bolanya 76ribu penduduk 250 juta," ujar Edy Rahmayadi.
• Ketua Umum Viking Bantah Suporter Persib Melakukan Sweeping Pada Haringga
Karni Ilyas yang sempat tersorot kamera pun tertawa mendengar data yang disampaikan oleh Edy tersebut.
Karni Ilyas setelah mendengar penjelasan Edy Rahmayadi soal data pemain sepakbola dan penduduk negara, Selasa (25/9/2018) (Capture YouTube)
Lalu, Ketua Umum PSSI ini menambahkan jika jumlah pemain sepakbola yang berbanding jauh dengan penduduk ini merupakan satu di antara alasan suporter sepakbola berkelahi.
"Inilah salah satu yang menyebabkan suporter berkelahi, makanya yang tanggap dari pemerintah pada sepakbola itu saya sampai cium tangan itu, Mendikbud Muhajir," tambahnya.
Lihat videonya:
Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Edy Rahmayadi juga angkat bicara soal insiden pengeroyokan yang berujung kematian seorang suporter Persija, The Jakmania.
Awalnya, Edy Rahmayadi mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya seorang suporter bernama Haringga Srila.
Edy Rahmayadi mengatakan jika dirinya siap menjadi orang yang paling disalahkan atas insiden tewasnya seorang suporter itu jelang pertandingan Persib Bandung kontra Persija Jakarta.
"Saat ini tak ada yang mau merasa salah, ya ketua umum PSSI yang salah, saya yang salah," kata Edy Rahmayadi.
Menurut Gubernur Sumatera Utara itu, sepakbola adalah alat pemersatu bangsa.
"Sepakbola itu adalah pemersatu anak bangsa. Kalau gara-gara sepakbola anak-anak bangsa tidak bersatu berarti ada yang salah disini," ujar Edy Rahmayadi.
"Kalau ada yang salah, ayo kita duduk," imbuh dia.
• Ajak Suporter untuk Hilangkan Ujaran Kebencian, Ketua The Jakmania: Jangan Bicara Damai Dulu
PSSI, kata Edy Rahmayadi, berada di bawah Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA).
Untuk itu, Edy selaku Ketua Umum PSSI bertugas menjaga keharmonisan dengan FIFA.
"Saya ketua PSSI ini, saya menjaga sekali keharmonisan bangsa Indonesia dengan FIFA. Makanya kalau bunyi disana-sini saya nahan aja gitu supaya tidak terjadi. Karena bukan hanya Indonesia, tapi seluruh dunia itu tunduk kepada FIFA," kata dia.
Edy mengatakan, FIFA juga menaruh perhatian langsung pasca insiden pengeroyokan seorang suporter di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Bandung itu.
"Contoh kejadian kemarin, FIFA langsung telpon apa yang terjadi? Lakukan, cepat ketahui itu tentang hukum, bagaimana kedepan, itu perintahnya FIFA," ujar Edy Rahmayadi.
Lebih lanjut, Edy mengungkapkan telah menjalankan perintah FIFA dan akan segera melaporkannya.
"Sebagai ketua PSSI, saya putuskan ini, dan itu wewenang saya dan saya pertanggungjawabkan ini. Nanti saya laporkan ke FIFA, tembusan kepada pemerintah," tandas Edy Rahmayadi. (TribunWow.com/Tiffany Marantika)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/ketua-umum-pssi-edy-rahmayadi_20180926_141408.jpg)