Breaking News:

Pemilu 2019

Dedek Prayudi: Pemilih Milenial Bukan Hanya Melihat Lipbalm dan Celana Ketat

Jubir Bidang Kepemudaan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedek Prayudi memberikan komentar terkait pemilih milenial yang ramai dibicarakan.

Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Twitter @uki23
Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi atau yang akrab yang disapa Uki 

Walaupun demikian, ia melihat generasi milenial tidak selalu mendukung calon yang berasal dari generasi mereka.

Ada beberapa faktor, kata dia, terkait kapabilitas dan kecenderungan untuk lebih memilih incumbent yang berprestasi, serta tidak peduli berapapun usia calon pemimpin yang harus dipilih.

Kemudian, dalam konteks perilaku pemilih, kelompok milenial tergolong jenis pemilih rasional atau kritis.

Akan tetapi, berkenaan dengan Pilpres 2019 nanti, pola pikir kelompok milenial terkait partisipasi dalam menentukan pilihan dapat saja bisa berubah dan tidak hanya bersikap apatis.

Mardani Ali Sera Ungkap Timnya Baka Incar Segmen Pemilih Emak-emak, Milenial, dan Keumatan

"Kita sangat optimis, sebagai contoh untuk provinsi DKI Jakarta saja sebanyak 44,78 persen lebih dari sekitar 7,4 persen juta penduduk DKI yang berkemungkinan memilih ada dalam kategori generasi milenial," kata dia.

Lebih lanjut, Asep menyebut ada 3 kelompok partisipasi politik generasi milenial.

Pertama, kelompok apatis, yakni mereka yang alergi terhadap politik bahkan menarik diri dari proses politik yang ada. Biasanya kelompok seperti ini kurang mengakses informasi dan terkesan terlalu eksklusif.

Kedua, kelompok spektator yakni mereka yang kurang tertarik dengan politik tetapi terkadang masih kerap menggunakan hak pilihnya.

Ketiga, kelompok gladiator yaitu generasi milenial yang sangat aktif di dalam politik seperti aktivis partai, aktivis organisasi dan milenial yang aktif sebagai pekerja kampanye.

Jika merujuk hal diatas, pemilih milenial memang cenderung masuk pada kelompok apatis. Namun demikian, apatisme pemilih milenial disini bukanlah apatis yang buta dan skeptis pemikiran.

"Pemilih milenial lebih tepat disebut sebagai kelompok 'apatis yang kritis'. Mereka lebih suka berpartisipasi dalam bentuk non-konvensional, karena bagi mereka makna partisipasi politik tidak hanya dalam arena pemilu," jelas Asep.

Wakil Ketua TKN Prabowo-Sandi Fokus Garap Segmen Pemilih Emak-emak Milenial, dan Keumatan

Ia mengatakan, generasi milenial tidak serta merta menggunakan hak pilihnya terhadap calon pemimpin yang sesuai dengan generasinya.

"Generasi muda atau milenial, kata dia, lebih memilih pemimpin yang memiliki creadibilitas, memiliki visi masa depan Indonesia, sederhana, jujur dan dicintai rakyat, memiliki kapabilitas serta tentunya akan memilih pemimpin yang sudah terbukti bekerja dan berprestasi," kata Asep.

"Acara ini salah satunya adalah untuk memberikan pendidikan politik, pemahaman tentang demokrasi dengan kaitannya pemilu 2019 nanti. Penggunaan hak politik generasi muda dengan sehat dan cerdas serta memberikan ruang terhadap generasi-generasi milenial untuk memberikan dukungan terkait pemilu 2019 yang aman, damai, dan sejuk," pungkasnya. (TribunWow.com/Tiffany Marantika)

Sumber: TribunWow.com
Halaman 2/2
Tags:
Dedek PrayudiGenerasi milenialPartai Solidaritas Indonesia (PSI)
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved