Polemik Impor Beras
Fahri Hamzah: Beras Bukan Sekadar Produk Pertanian, tapi juga Stabilisator Politik Kekuasaan
"Jika Bulog dalam menentukan besaran cadangan pangan pemerintah berdasarkan penyerapan gabah petani. Kalau kemendag dengan apa ya?" tulis Fahri Hamzah
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Claudia Noventa
Terjadi perbedaan antara kementan, bulog dengan kemendag, menteri yg bertugas menjaga produksi, otoritas yg bertugas sebagai pembeli dr hasil produksi masyarakat, dan menteri yg berdagang padahal sebetulnya bertugas dengan pertimbangan kepentingan nasional.
• Update Polling Iwan Fals, Join Unggul 18 Persen atas Padi
Ini bukan soal angka statistik tapi ini adalah politik ekonomi pangan, dan lebih dari ekonomi politik, pangan dalam hal ini beras membawa pengaruh bagi pertahanan negara.
Ketidakpastian beras adalah ketidakpastian stabilitas dan daya tahan nasional. Ini serius.
Pangan berpotensi menjadi ancaman non tradisional dan non kovensional bagi pertahanan negara.
Bukan hanya dalam masalah ketersediaan. Tapi juga dalam perang dagang komoditas.
Karena itu isu #ImportBeras dan #MafiaImport ini dapat dikategorikan kepada isu keamanan nasional.
Pemaksaan pembukaan kran impor pangan akan membawa kenaikan inflasi, keresahan petani dan runtuhnya kedaulatan pangan.
Ini menunjukan rapuhnya kedaulatan nasional akibat bolongnya pertahanan negara nir militer.
Entahlah kita sedang bertahan? Menyerang atau bunuh diri?
Selamat tidur kawan2 dan jangan main-main soal perut rakyat.
Biar pejabat petugas berantem, tetap waspada.
Mari dorong keterbukaan, ada apa di balik simpang siur ini.
Waspada pak @jokowi ada tikus mati di lumbung padi.
Selamat pak Buwas pemberani!" tulis Fahri Hamzah.
• VIDEO: Dapat Kartu Merah Ronaldo Menangis, Cetak Rekor Buruk di Liga Champions
Sementara itu, dikutip dari Kompas.com, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) menyindir eks Dirut Bulog soal impor beras ke tanah air.