Breaking News:

Polemik Impor Beras

Budi Waseso Sebut Gudang Beras Sudah Penuh, Darmin Nasution: Kalau Tidak Impor Waktu Itu Repot Kita

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menyebut dirinya heran dengan permasalahan impor beras yang melibatkan Mendag dan Bulog.

Penulis: Qurrota Ayun
Editor: Claudia Noventa
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Darmin Nasution 

TRIBUNWOW.COM - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menyebut dirinya heran dengan permasalahan impor beras yang melibatkan Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, dan Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso (Buwas).

Seperti dilansir TribunWow.com dari Kontan.co.id, Kamis (20/9/2018), Darmin menuturkan bahwa impor menyebabkan gudang beras Bulog penuh.

"Nah sehingga menurut saya ini enggak perlu gaduh ini. Gudang penuh karena impornya 1,4 juta ton. Kalau tidak impor waktu itu repot kita," ujar Darmin.

Masalah impor ini kemudian berujung pada pengurangan impor beras.

Hal ini lantaran gudang penyimpanan beras Buglog dikatakan penuh.

Fahri Hamzah: Beras Bukan Sekadar Produk Pertanian, tapi juga Stabilisator Politik Kekuasaan

"Saya agak heran juga bahwa yang diributkan impor, dihubungkan dengan gudang yang penuh itu penuh karena impor. Kalau ga ada impornya isinya 800.000 ton," kata Darmin.

Sementara itu, cadangan beras 800 ribu ton disebut masih jauh di bawah cadangan beras ideal yakni 1 juta ton.

Jika cadangan beras hanya sedikit maka berpotensi menimbulkan kenaikan harga.

Darmin menjelaskan, di kuartal III 2017 harga beras sudah mulai naik.

Sedangkan stok beras yang ada di gudang Bulog hanya 978 ribu ton.

"Pertama, tahun 2017 itu di kuartal III harga mulai naik. Kami sebetulnya sudah intens rapat tapi waktu itu stok Bulog berada pada 978.000 ton. Banyak enggak itu? Enggak. Karena kita normalnya itu 2 juta ton, kalau 3 juta ton bagus," jelas Darmin.

Karena terjadi perdebatan pada saat itu, maka belum diputuskan akan dilakukan impor selanjutnya atau tidak.

Namun, stok beras Bulog terus berkurang karena digunakan untuk operasi pasar saat harga beras naik.

Sehingga, stok beras turun dari 978 ribu ton menjadi 903 ribu ton.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved