Kabar Tokoh

Cukai Rokok Bisa Tutup Defisit BPJS, Anggota III BPK RI: Jangan Terlalu Benci Sama Perokok

Achsanul Qosasi mengimbau kepada pengguna BPJS, pembenci rokok dan para dokter untuk tidak terlalu membenci perokok.

Cukai Rokok Bisa Tutup Defisit BPJS, Anggota III BPK RI: Jangan Terlalu Benci Sama Perokok
BPJS Kesehatan
BPJS Kesehatan 

TRIBUNWOW.COM - Anggota III Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Achsanul Qosasi memberikan tanggapan terkait Peraturan Presiden (Perpres) tentang pemanfaatan cukai rokok untuk menutup defisit keuangan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Melalui laman Twitternya @AchsanulQosasi, Selasa (18/9/2018), Achsanul Qosasi mengimbau kepada pengguna BPJS, pembenci rokok dan para dokter untuk tidak terlalu membenci perokok.

Achsanul Qosasi menyebut perokok ikhlas merelakan kesehatannya untuk kesehatan orang lain.

Syamsuddin Haris: Setya Novanto Tampaknya Tidak Mau Sendirian Menghuni LP

"Pendapatan Cukai Rokok digunakan utk menutup kerugian BPJS.

Pengguna BPJS, pembenci rokok dan juga para Dokter, jangan terlalu benci sama Perokok.

Mereka ikhlas merelakan kesehatannya utk kesehatan orang lain yg tidak menyukainya," tulis Achsanul Qosasi dalam akun Twitternya.

Unggahan Achsanul Qosasi pada Twitter, Selasa (18/9/2018).
Unggahan Achsanul Qosasi pada Twitter, Selasa (18/9/2018). (Twitter @AchsanulQosasi)

Diberitakan dari Kompas.com, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menandatangani perpres tentang pemanfaatan cukai rokok dari daerah untuk menutup defisit keuangan BPJS Kesehatan.

"Perpres sudah ditandatangan dan sedang diundangkan di Kumham," ungkap Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi Saptopribowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (18/9/2018).

Sebelumnya, BPJS Kesehatan berharap agar pemerintah mengalirkan dana cukai rokok untuk menyeimbangkan arus keuangannya.

"Kami berharap masalah cukai rokok menguat kembali untuk jadi bagian membiayai kita," ujar Deputi Direksi Bidang Jaminan Pelayanan Kesehatan Rujukan BPJS Kesehatan Budi Mohamad Arief, pada Kamis (2/8/2018).

Menilik Kedai Kopi yang Jadi Lokasi Pertemuan Ridwan Kamil dan Sandiaga, Harga Menunya Terjangkau

Tahun 2018, diperkirakan keuangan BPJS defisit sebesar Rp 16,5 triliun.

Pembahasan pemanfaatan cukai rokok juga telah dilakukan sejak Mei 2018. (TribunWow.com/ Qurrota Ayun)

Ikuti kami di
Penulis: Qurrota Ayun
Editor: Wulan Kurnia Putri
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved